AKI Diargetkan Ciptakan Ikon Baru Produk Indonesia

Senin, 09 Agustus 2021 - 21:06 WIB
loading...
AKI Diargetkan Ciptakan Ikon Baru Produk Indonesia
Kemenparekraf menghelat program Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021 agar pelaku industri kreatif terus berkarya meski dalam masa pandemi. Foto/Ist.
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) menghelat program Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021. Kegiatan ini diselenggarakan karena pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan untuk tetap berkarya dan berkreasi. Pandemi harus menjadi momentum untuk bangkit dari keterpurukan khususnya bagi para pelaku ekonomi kreatif agar terus menghasilkan karya terbaiknya.

(Baca Juga : Percepat Pemulihan Pariwisata, Kemenparekraf Hadirkan Vaksinasi dan Pengembangan Ekraf )

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjelaskan, program ini merupakan bentuk apresiasi dan pengembangan usaha dari Kemenparekraf untuk para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Ada delapan sektor yang menjadi sasaran, diantaranya kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan. "Para peserta akan dibimbing Super Mentor. Mereka yang punya kompetensi mumpuni di bidangnya masing-masing. Terbaik dari yang terbaik," ujar Sandiaga melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/8/2021).

Super Mentor ini nantinya bakal memberikan pelatihan kepada para peserta sesuai dengan kompetensinya. Mereka yang terlibat di antaranya Magdalena (Youtuber bidang kuliner, entrepreneur), Rex Marindo (Founder Warunk Upnormal), Nilam Sari (Founder Kebab Baba Rafi), Yasa Singgih (Founder Men’s Republic), Happy Salma, Ridho ‘SLANK’, Adib Hidayat, Yuda Wirafianto, hingga Sandiaga Uno sendiri.

(Baca Juga : Kembangkan Pariwisata, Menparekraf Susun Integrated Tourism Master Plan )

"Yang jelas manfaat AKI ini cukup besar. Dibimbing mentor terbaik, publikasi produk dan peningkatan penjualan, sampai perluasan jaringan bisnis," tambah Sandiaga. AKI 2021 merupakan program pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan, yang akan diselenggarakan di 16 Kota/Kabupaten di Indonesia. Seperti Bogor, Bandung, Semarang, Surakarta, Banyumas, Pekalongan, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Denpasar, Lombok, Medan, Palembang, Bandar Lampung, Makassar, dan Balikpapan.

Selepas pendaftaran, produk dari tiap peserta akan dikurasi, untuk selanjutnya yang terpilih akan mengikuti kegiatan di 16 kota. Produk terbaik dari setiap kota akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengikuti pameran di Jakarta.
(dar)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1353 seconds (10.177#12.26)