Instrumen Pasar Modal Jadi Pilihan Investasi Saat Masyarakat Doyan Numpuk Duit di Tabungan
Selasa, 10 Agustus 2021 - 12:52 WIB
loading...
Wimboh mengatakan, masyarakat memilih untuk menyimpan dana berlebih untuk diinvestasikan. Ia berharap, pasar modal bisa menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso berharap, pasar modal bisa menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Hal ini di tengah antusiasme dan optimisme penghimpunan dana melalui pasar modal yang terjaga.
"Hal ini sejalan dengan tema peringatan ulang tahun pasar modal kali ini yaitu sinergi pasar modal bagi pemulihan ekonomi," kata Wimboh dalam sambutan acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dalam Rangka 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia secara virtual, Selasa (10/8/2021).
Baca Juga: Jaga Kepercayaan Investor Pasar Modal, Ini 3 Program Andalan OJK
Pandemi Covid-19 seperti diketahui telah menyebabkan mobilitas masyarakat terbatas sehingga terjadi penurunan konsumsi di masyarakat dan berdampak meningkatnya disposable income yang mengendap dalam bentuk simpanan tabungan di perbankan. Selain itu, kebijakan fiskal dan moneter juga turut meningkatkan likuiditas di pasar.
Wimboh mengatakan, hal tersebut menyebabkan masyarakat memilih untuk menyimpan dana berlebih untuk diinvestasikan. "Masyarakat kemudian mencari alternatif investasi lain yang memberikan return lebih tinggi, salah satunya instrumen pasar modal," ujarnya.
Hingga Juli 2021, jumlah investor pasar modal meningkat menjadi 5,82 juta atau meningkat 93% dibanding periode yang sama tahun sebelumya yang didominasi oleh investor ritel berumur di bawah 30 tahun atau investor milenial).
"Pertumbuhan investor tersebut mencapai dua kali lipat sejak awal pandemi dimana hal ini mencerminkan tingginya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia," ucapnya.
"Hal ini sejalan dengan tema peringatan ulang tahun pasar modal kali ini yaitu sinergi pasar modal bagi pemulihan ekonomi," kata Wimboh dalam sambutan acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dalam Rangka 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia secara virtual, Selasa (10/8/2021).
Baca Juga: Jaga Kepercayaan Investor Pasar Modal, Ini 3 Program Andalan OJK
Pandemi Covid-19 seperti diketahui telah menyebabkan mobilitas masyarakat terbatas sehingga terjadi penurunan konsumsi di masyarakat dan berdampak meningkatnya disposable income yang mengendap dalam bentuk simpanan tabungan di perbankan. Selain itu, kebijakan fiskal dan moneter juga turut meningkatkan likuiditas di pasar.
Wimboh mengatakan, hal tersebut menyebabkan masyarakat memilih untuk menyimpan dana berlebih untuk diinvestasikan. "Masyarakat kemudian mencari alternatif investasi lain yang memberikan return lebih tinggi, salah satunya instrumen pasar modal," ujarnya.
Hingga Juli 2021, jumlah investor pasar modal meningkat menjadi 5,82 juta atau meningkat 93% dibanding periode yang sama tahun sebelumya yang didominasi oleh investor ritel berumur di bawah 30 tahun atau investor milenial).
"Pertumbuhan investor tersebut mencapai dua kali lipat sejak awal pandemi dimana hal ini mencerminkan tingginya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia," ucapnya.
Lihat Juga :