China Ambil Tindakan Keras pada Sektor Bisnis

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 06:09 WIB
loading...
A A A
Saham-saham di banyak perusahaan China yang terdaftar pada bursa Amerika Serikat (AS), Hong Kong dan China daratan telah mengalami penurunan tajam tahun ini seiring mencuatnya kekhawatiran investor atas rencana tindakan keras China.

Beijing sendiri telah melakukan penyelidikan anti-monopoli ke beberapa perusahaan teknologi terbesar di negara itu dan mengambil tindakan terhadap berbagai sektor bisnis lainnya.

Pada bulan April, raksasa teknologi Alibaba menerima denda USD2,8 miliar dan menjadi rekor. Hal itu setelah penyelidikan menemukan bahwa Alibaba telah menyalahgunakan posisi pasar yang dominan selama bertahun-tahun.

Bulan lalu, Tencent diminta untuk mengakhiri kesepakatan lisensi musik eksklusif dengan label rekaman di seluruh dunia. Juga pada bulan Juli, beberapa platform online terbesar di negara itu - Kuaishou, Tencent QQ, Taobao alibaba dan Weibo - diperintahkan untuk menghapus konten terkait anak yang tidak pantas.

Minggu ini, pihak berwenang China juga telah meningkatkan pengawasan mereka terhadap layanan kuliah setelah sekolah menawarkan guru private.

Selama inspeksi baru-baru ini, satu orang dan enam lembaga dihukum karena menawarkan bimbingan belajar setelah sekolah tanpa izin yang melanggar peraturan, kata Komisi Pendidikan Kota Beijing dalam sebuah pernyataan awal pekan kemarin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved