Sambut Era Transformasi, Anak Muda Harus Cepat Beradaptasi

loading...
Sambut Era Transformasi, Anak Muda Harus Cepat Beradaptasi
Anak muda diserukan untuk dapat segera beradaptasi terhadap perkembangan zaman menuju era transformasi. Era transformasi ini berkaitan dengan perkembangan ekonomi digital dan kehadiran pandemi Covid-19 dengan berbagai implikasi sosialnya. Foto/Dok
JAKARTA - Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho menyerukan anak muda untuk dapat segera beradaptasi terhadap perkembangan zaman menuju era transformasi . Era transformasi ini berkaitan dengan perkembangan ekonomi digital dan kehadiran pandemi Covid-19 dengan berbagai implikasi sosialnya.

Dimas mengatakan, anak muda memiliki 3 indikator untuk cepat beradaptasi, yaitu pertama, jumlah anak muda sangat besar. Kedua, transformasi teknologi yang sangat massif dapat membantu anak muda untuk berinovasi dengan menyambut ekonomi kreatif.

"Dan ketiga, situasi pandemi ini dapat menjadi game changer dan memberikan peluang bagi anak muda untuk berpartisipasi dan beradaptasi menuju sebuah era kenormalan baru. Mereka harus paham perkembangan sosial ekonomi dunia akan ke mana setelah ini," ujar Dimas dalam diskusi daring Kolaborasi Positif bertajuk 'Gotong Royong Pukul Mundur Pandemi'.

Baca Juga: Implementasikan AICC, NEC Indonesia Dukung Transformasi Digital Bandara Soeta



Lebih lanjut, kata Dimas, melalui 3 indikator tersebut, anak muda memiliki peran kepemimpinan krusial yakni menjadi jembatan antara negara dan masyarakat. Selain tentunya menjadi pemimpin langsung di masyarakat.

Menurutnya, pandemi dan krisis yang ditimbulkan menjadi momentum untuk melakukan perubahan dan mengembangkan cara-cara baru dan meninggalkan kebiasaan yang tidak relevan di era baru.

“Kemarin saat pidato kebangsaan tanggal 16 Agustus, Presiden Jokowi telah menyampaikan hal yang sama. Bahwa, kita harus mampu menerobos ketidakmungkinan. Nah ini persoalannya ada dua hal agar anak muda mampu melakukannya, yaitu, pertama adalah penguasaan ilmu pengetahuan atau SDM. Dan kedua, justru ini penting sekali, menyiapkan mental atau karakter. Karakter anak muda harus berintegritas dan mental juara," ujar mantan Staf Khusus Kepala KSP ini.

Dimas memberikan syarat dalam menyambut era transformasi ini bahwa dukungan negara terhadap anak muda harus benar-benar otentik dan komprehensif.

“Sebaiknya jangan hanya menggunakan anak muda (untuk kepentingan sempit), tapi harus memberdayakan dan memberi ruang kepemimpinan. Jangan sampai hanya kelompok tua yang seolah dipersepsikan paling mampu memberikan solusi, ancaman kita sama, yaitu ketimpangan dalam banyak hal, dan tugasnya juga sama, yaitu mempersiapkan keberlanjutan negara. Artinya, ya harus kerja sama lintas generasi," terangnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top