Pojok Otomotif Lazada Indonesia Dukung UMKM Otomotif Perluas Pasar
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
Konsumen pun dapat lebih mudah memilih servis yang mereka inginkan, dan menyelesaikan transaksi dengan nyaman di aplikasi, sebelum membawa kendaraan mereka ke bengkel pilihan. ‘’Hingga saat ini ada lebih dari 800 bengkel yang menawarkan servis mereka di Lazada, dan rata-rata telah merasakan peningkatan pengunjung hingga 2 kali lipat,’’ujarnya.
Untuk merangkul lebih banyak konsumen, Pojok Otomotif kerap menghadirkan beragam kampanye promo mingguan untuk konsumen, seperti Bursa Suku Cadang Otomotif, Pameran Otomotif Online, Pojok Otomotif serta Pejantan Tangguh. Tak hanya itu, Lazada Indonesia juga membuka peluang bagi UMKM di Tanah Air untuk menembus pasar mancenegara dengan memanfaatkan ekosistem yang telah dimiliki Lazada di Asia Tenggara. Saat ini, Lazada beroperasi di enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura,Thailand, dan Vietnam. Pada tahun lalu, marketplace ini telah menjangkau lebih dari 60 juta konsumen aktif setiap tahunnya.
Dengan bergabungnya UMKM di Pojok Otomotif Lazada, kesempatan untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara semakin terbuka lebar. Salah satunya yakni UMKM yang bergerak dalam pembuatan helm dan peralatan berkendara lainnya. Karena, populasi pengguna kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahun di Asia Tenggara. ‘’Kami memiliki warehouse di banyak negara sehingga akan memperlancar proses distribusi barang,’’tegasnya.
Banyak manfaat yang akan diperoleh bagi UMKM dengan bergabung ke dalam ekosistem e- commerce. Diantaranya, UMKM bisa melakukan pemasaran dengan jangkauan yang lebih luas tanpa terbatas jarak dan waktu. Komunikasi antara pelaku UMKM dengan konsumen dapat dilakukan dengan internet di platform digital, sehinhga lebih cepat dan murah. Selain itu, e-commerce dapat dimanfaatkan UMKM akan mendapatkan akses pasar yang lebih luas termasuk ke mancanegara dan berpeluang menggaet pelanggan baru. Sebab, pelanggan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang diperlukan secara realtime.
Presiden Joko Widodo menargetkan agar pada tahun 2024 mendatang, jumlah pelaku UMKM yang tergabung ke dalam ekosistem digital dapat meningkat pesat hingga 30 juta pelaku usaha. Pemerintah terus menyusun strategi percepatan digitalisasi UMKM melalui sejumlah upaya seperti melakukan pendampingan, kurasi produk, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Ke epan, akan dibentuk project management office (PMO) yang khusus menangani upaya percepatan digitalisasi ini. Dengan adanya dukungan, sinergi dan kolaborasi dari e-commerce seperti yang dilakukan Lazada Indonesia dan e-commerce lainnya, bukan mustahil target tersebut bisa lebih cepat tercapai.
Untuk merangkul lebih banyak konsumen, Pojok Otomotif kerap menghadirkan beragam kampanye promo mingguan untuk konsumen, seperti Bursa Suku Cadang Otomotif, Pameran Otomotif Online, Pojok Otomotif serta Pejantan Tangguh. Tak hanya itu, Lazada Indonesia juga membuka peluang bagi UMKM di Tanah Air untuk menembus pasar mancenegara dengan memanfaatkan ekosistem yang telah dimiliki Lazada di Asia Tenggara. Saat ini, Lazada beroperasi di enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura,Thailand, dan Vietnam. Pada tahun lalu, marketplace ini telah menjangkau lebih dari 60 juta konsumen aktif setiap tahunnya.
Dengan bergabungnya UMKM di Pojok Otomotif Lazada, kesempatan untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara semakin terbuka lebar. Salah satunya yakni UMKM yang bergerak dalam pembuatan helm dan peralatan berkendara lainnya. Karena, populasi pengguna kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahun di Asia Tenggara. ‘’Kami memiliki warehouse di banyak negara sehingga akan memperlancar proses distribusi barang,’’tegasnya.
Banyak manfaat yang akan diperoleh bagi UMKM dengan bergabung ke dalam ekosistem e- commerce. Diantaranya, UMKM bisa melakukan pemasaran dengan jangkauan yang lebih luas tanpa terbatas jarak dan waktu. Komunikasi antara pelaku UMKM dengan konsumen dapat dilakukan dengan internet di platform digital, sehinhga lebih cepat dan murah. Selain itu, e-commerce dapat dimanfaatkan UMKM akan mendapatkan akses pasar yang lebih luas termasuk ke mancanegara dan berpeluang menggaet pelanggan baru. Sebab, pelanggan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang diperlukan secara realtime.
Presiden Joko Widodo menargetkan agar pada tahun 2024 mendatang, jumlah pelaku UMKM yang tergabung ke dalam ekosistem digital dapat meningkat pesat hingga 30 juta pelaku usaha. Pemerintah terus menyusun strategi percepatan digitalisasi UMKM melalui sejumlah upaya seperti melakukan pendampingan, kurasi produk, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Ke epan, akan dibentuk project management office (PMO) yang khusus menangani upaya percepatan digitalisasi ini. Dengan adanya dukungan, sinergi dan kolaborasi dari e-commerce seperti yang dilakukan Lazada Indonesia dan e-commerce lainnya, bukan mustahil target tersebut bisa lebih cepat tercapai.
(dar)
Lihat Juga :