Minat Investor Berinvestasi di Tanamduit Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi
Jum'at, 29 Mei 2020 - 22:55 WIB
loading...
Platform digital wealth management tanamduit mencatat, pandemi Covid-19 tak menyurutkan minat nasabah untuk berinvestasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat nasabah platform digital wealth management tanamduit untuk berinvestasi. Co-Founder & Managing Director tanamduit (PT Star Mercato Capitale) Rini Hapsari mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tanamduit mencatat lonjakan dana kelolaan sejak pertengahan April hingga akhir Mei 2020.
Secara year to date (per 26 Mei 2020), total dana kelolaan reksa dana dan SBR tanamduit mencapai Rp430 miliar dan khususnya untuk reksadana tumbuh 20%. Sementara, jika melihat nilai volume transaksi jual beli atau GMV sejak awal beroperasi telah mencapai Rp2,47 triliun.
"Secara umum minat investasi nasabah-nasabah tanamduit tetap tumbuh walaupun pada saat awal pandemi Covid-19 di bulan Maret pertumbuhan AUM sedikit tertahan. Namun, di pertengahan bulan April sampai sekarang (akhir Mei 2020) minatnya naik signifikan," ujar Rini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/5/2020).
Menurut Rini, di tengah situasi pandemi dan PSBB serta situasi pasar modal Indonesia yang bergejolak, nasabah masih tetap aktif melakukan investasi secara rutin melalui platform tanamduit yang memberikan kemudahan untuk berinvestasi secara aman di mana saja. Hal ini juga merupakan buah hasil strategi edukasi yang dilakukan secara aktif dan berkesinambungan melalui media digital seperti social media, webminar dan whatsapp group.
Tercatat jumlah nasabah yang melakukan KYC (Know Your Customer) di platform tanamduit melesat 31% menjadi 230 ribu nasabah pada 26 Mei 2020 dari 175 ribu nasabah pada Desember 2019. Selain itu, melonjaknya minat investasi nasabah sejak pertengahan bulan lalu juga memanfaatkan momentum murahnya valuasi pasar saham yang sudah tertekan sejak pandemi Covid-19 merebak dan ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) awal Maret lalu.
Secara year to date (per 26 Mei 2020), total dana kelolaan reksa dana dan SBR tanamduit mencapai Rp430 miliar dan khususnya untuk reksadana tumbuh 20%. Sementara, jika melihat nilai volume transaksi jual beli atau GMV sejak awal beroperasi telah mencapai Rp2,47 triliun.
"Secara umum minat investasi nasabah-nasabah tanamduit tetap tumbuh walaupun pada saat awal pandemi Covid-19 di bulan Maret pertumbuhan AUM sedikit tertahan. Namun, di pertengahan bulan April sampai sekarang (akhir Mei 2020) minatnya naik signifikan," ujar Rini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/5/2020).
Menurut Rini, di tengah situasi pandemi dan PSBB serta situasi pasar modal Indonesia yang bergejolak, nasabah masih tetap aktif melakukan investasi secara rutin melalui platform tanamduit yang memberikan kemudahan untuk berinvestasi secara aman di mana saja. Hal ini juga merupakan buah hasil strategi edukasi yang dilakukan secara aktif dan berkesinambungan melalui media digital seperti social media, webminar dan whatsapp group.
Tercatat jumlah nasabah yang melakukan KYC (Know Your Customer) di platform tanamduit melesat 31% menjadi 230 ribu nasabah pada 26 Mei 2020 dari 175 ribu nasabah pada Desember 2019. Selain itu, melonjaknya minat investasi nasabah sejak pertengahan bulan lalu juga memanfaatkan momentum murahnya valuasi pasar saham yang sudah tertekan sejak pandemi Covid-19 merebak dan ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) awal Maret lalu.
Lihat Juga :