Minat Investor Berinvestasi di Tanamduit Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi
Jum'at, 29 Mei 2020 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Secara lebih rinci, Rini menjelaskan asset under management (AUM) tanamduit pada akhir Desember 2019 adalah Rp350 miliar namun dikarenakan kondisi pasar modal yang bergejolak AUM sempat turun baik karena adanya redemption juga karena adanya penurunan nilai aktiva bersih sebagai dampak dari turunnya harga saham dan obligasi yang menjadi portofolio reksa dana sebagai imbas dari pandemi Covid-19.
Pada akhir Mei 2020 ini AUM di tanamduit menjadi Rp430 miliar, dimana terjadi perubahan komposisi AUM di produk reksa dana; reksa dana saham yang akhir tahun 2019 adalah 25% menjadi 42% di akhir Mei, sedangkan bobot AUM reksa dana pasar uang turun dari 58% menjadi 48%. Hal ini menggambarkan bahwa edukasi tanamduit kepada nasabah-nasabahnya untuk memanfaatkan rendahnya harga-harga saham dengan berinvestasi di reksa dana saham untuk jangka waktu yang panjang mulai membuahkan hasil yang baik.
Tanamduit juga aktif sebagai Mitra Distribusi penjualan Surat Berharga Negara ritel yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan sejak pertama kali dijual secara online melalui platform seperti yang dijalankan oleh tanamduit. Pada bulan Juni 2020 tanamduit akan berpartisipasi memasarkan SBN Obligasi Ritel Serie ORI 017 dan berharap dapat meningkat nilai penjualannya dibandingkan dengan yang sebelumnya.
(Baca Juga: Dukung Kemenkeu, Tanamduit Siap Pasarkan Sukuk Ritel SR012)
Di bagian lain, Founder dan Chairman tanamduit Indra Suryawan menambahkan tanamduit tetap menargetkan dana kelolaan reksa dana hingga akhir 2020 senilai Rp500 miliar atau lebih dari 160% dibandingkan realisasi akhir 2019 meski di dalam kondisi pandemi ini. Selain itu, tanamduit juga membidik dana kelolaan SBN senilai Rp336 miliar di 2020 atau meningkat dibanding pada akhir 2019 sebesar Rp186 miliar.
Pada akhir Mei 2020 ini AUM di tanamduit menjadi Rp430 miliar, dimana terjadi perubahan komposisi AUM di produk reksa dana; reksa dana saham yang akhir tahun 2019 adalah 25% menjadi 42% di akhir Mei, sedangkan bobot AUM reksa dana pasar uang turun dari 58% menjadi 48%. Hal ini menggambarkan bahwa edukasi tanamduit kepada nasabah-nasabahnya untuk memanfaatkan rendahnya harga-harga saham dengan berinvestasi di reksa dana saham untuk jangka waktu yang panjang mulai membuahkan hasil yang baik.
Tanamduit juga aktif sebagai Mitra Distribusi penjualan Surat Berharga Negara ritel yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan sejak pertama kali dijual secara online melalui platform seperti yang dijalankan oleh tanamduit. Pada bulan Juni 2020 tanamduit akan berpartisipasi memasarkan SBN Obligasi Ritel Serie ORI 017 dan berharap dapat meningkat nilai penjualannya dibandingkan dengan yang sebelumnya.
(Baca Juga: Dukung Kemenkeu, Tanamduit Siap Pasarkan Sukuk Ritel SR012)
Di bagian lain, Founder dan Chairman tanamduit Indra Suryawan menambahkan tanamduit tetap menargetkan dana kelolaan reksa dana hingga akhir 2020 senilai Rp500 miliar atau lebih dari 160% dibandingkan realisasi akhir 2019 meski di dalam kondisi pandemi ini. Selain itu, tanamduit juga membidik dana kelolaan SBN senilai Rp336 miliar di 2020 atau meningkat dibanding pada akhir 2019 sebesar Rp186 miliar.
Lihat Juga :