Dikuasai Taliban, Ekonomi Afghanistan Diramal Makin Suram

Selasa, 24 Agustus 2021 - 17:26 WIB
loading...
A A A
Menurut Organisasi Perdagangan Dunia, Afghanistan mengekspor barang senilai USD783 juta pada 2020, penurunan hampir 10% dibandingkan tahun 2019. Buah-buahan kering, kacang-kacangan, dan tanaman obat merupakan sebagian besar ekspor, terutama ke India dan Pakistan. Tetapi impor minyak, makanan, dan mesin yang besar berarti Afghanistan mengalami defisit perdagangan yang amat besar.

Meskipun memiliki salah satu tingkat utang terendah di dunia relatif terhadap PDB, Afghanistan dianggap berisiko tinggi gagal bayar bahkan sebelum gejolak saat ini, mengingat ketergantungannya yang tinggi pada hibah dan pinjaman lunak yang menyumbang sekitar sepertiga dari PDB.

Selain kemelut politik dan keamanan di dalam negeri, pandemi COVID-19 membuat keuangan negara tersebut semakin terpuruk. Untuk pemulihan ekonomi Afghanistan dari pandemi, IMF pada bulan November menggelontorkan USD370 juta melalui fasilitas kredit yang diperpanjang, ditindaklanjuti dengan janji donor internasional sebesar USD12 miliar dalam bentuk bantuan sipil.

IMF mengatakan pada hari Rabu bahwa Afghanistan tidak akan dapat mengakses sumber daya IMF, termasuk alokasi baru cadangan Hak Penarikan Khusus, karena ketidakpastian atas pengakuan pemerintah Taliban. Selain IMF dan pemberi pinjaman multilateral lainnya, Arab Saudi dan Kuwait termasuk di antara kreditur bilateral.

Berdasarkan laporan IMF, stok utang luar negeri resmi Afghanistan diproyeksikan mencapai USD1,7 miliar pada 2021, sekitar 8,6% dari PDB. Tingkat utang tetap relatif rendah sejak negara tersebut menerima keringanan utang lebih dari satu dekade lalu di bawah Inisiatif Negara-Negara Miskin Berutang Besar (HIPC), serta pembatalan utang tambahan dari kreditur Paris Club.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank-bank Afghanistan...
Bank-bank Afghanistan Kehabisan Dolar AS, Beberapa Terpaksa Tutup
Sistem Perbankan Afghanistan...
Sistem Perbankan Afghanistan Hampir Runtuh Bikin Taliban Tertekan
Taliban Berkuasa, Bos...
Taliban Berkuasa, Bos Bank Afghanistan Bilang Semua Sektor Hampir Runtuh
Deretan Potensi Kekayaan...
Deretan Potensi Kekayaan Alam Afghanistan yang Luar Biasa, Sejak Dulu Jadi Incaran
Ekonomi Lumpuh, Afghanistan...
Ekonomi Lumpuh, Afghanistan Hadapi Ancaman Kelaparan
Di Ambang Kolaps, Fitch...
Di Ambang Kolaps, Fitch Solutions Beri Gambaran Mengerikan Soal Ekonomi Afghanistan
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Taliban Melarang Film,...
Taliban Melarang Film, Bioskop Bersejarah Afghanistan Dihancurkan
Rekomendasi
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved