OJK: Pelaku Pasar Modal Lebih Siap Hadapi Sentimen Covid-19
Senin, 06 September 2021 - 13:37 WIB
loading...
Pelaku pasar modal dinilai sudah lebih siap menghadapi sentimen yang ditimbulkan oleh pandemi terhadap perdagangan di bursa. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menilai investor saat ini lebih siap dalam menghadapi sentimen yang ditimbulkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai terhadap kondisi pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang cukup positif di kuartal I-2021, dimana tercatat pada penutupan perdagangan 13 Januari 2021 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berada di posisi tertinggi yakni di level 6.435. Sementara NAB reksa dana tercatat di posisi tertinggi pada tanggal 21 Januari 2021 dengan nilai sebesar Rp594 triliun lebih.
Baca Juga: Perpanjangan PPKM Gak Ngaruh Lagi ke Investor Pasar Modal
"Namun memasuki kuartal II terdapat sentimen global yang mempengaruhi kinerja pasar modal Indonesia, antara lain munculnya varian baru Covid-19 yaitu varian Delta di India, kebijakan lockdown dibeberapa negara, pernyataan WHO yang menerangkan bahwa pandemi ini belum berakhir," ujar Hoesen dalam video conference, Senin (6/9/2021).
Sementara, kebijakan pemerintah dalam melakukan PPKM sejak 3 Juli lalu yang terus diperpanjang hingga saat ini juga terus memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang cukup positif di kuartal I-2021, dimana tercatat pada penutupan perdagangan 13 Januari 2021 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berada di posisi tertinggi yakni di level 6.435. Sementara NAB reksa dana tercatat di posisi tertinggi pada tanggal 21 Januari 2021 dengan nilai sebesar Rp594 triliun lebih.
Baca Juga: Perpanjangan PPKM Gak Ngaruh Lagi ke Investor Pasar Modal
"Namun memasuki kuartal II terdapat sentimen global yang mempengaruhi kinerja pasar modal Indonesia, antara lain munculnya varian baru Covid-19 yaitu varian Delta di India, kebijakan lockdown dibeberapa negara, pernyataan WHO yang menerangkan bahwa pandemi ini belum berakhir," ujar Hoesen dalam video conference, Senin (6/9/2021).
Sementara, kebijakan pemerintah dalam melakukan PPKM sejak 3 Juli lalu yang terus diperpanjang hingga saat ini juga terus memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal Indonesia.
Lihat Juga :