Impor Alkes Bikin Harga Murah, Eh Pengusaha Lokal Malah Minta Disetop
Jum'at, 10 September 2021 - 17:16 WIB
loading...
Produksi masker dalam negeri diserbu produk impor yang harganya lebih murah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) meminta kepada pemerintah untuk menghentikan kegiatan impor dan tidak memberikan izin impor baru untuk produk alat kesehatan ( alkes ). Pasalnya, penjual alkes Covid-19 masih banyak bertengger di marketplace dengan memberikan penawaran harga yang jauh di bawah standar, terlebih alkes Covid-19 sudah overload di dalam negeri.
“Impornya harusnya disetop. Namun sampai sekarang belum juga disetop oleh pemerintah sehingga harga masker dan alat pelindung diri (APD) sudah tidak terkendali. Makanya sering kita lihat banyak orang berjualan di online-online kasih harga di bawah standar,” ujar Ketua Umum Aspaki Ade Tarya dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Jumat (10/9/2021).
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Mulai Diterapkan, Yuk Ikuti Prokes di Tempat Pendidikan
Ia menambahkan, alat-alat untuk memproduksi alkes di dalam negeri sudah mumpuni. Hanya saja tantangannya ada pada kegiatan impor yang masih berlanjut. Menurutnya, produk impor sering kali substandard.
“Kita betul-betul sudah mandiri. Asal jangan diganggu dengan produk impor saja. Bisa dilihat harga masker di marketplace ada yang dihargai Rp19.000. Ini kan jadi merusak pasar dalam negeri,” tegasnya.
“Impornya harusnya disetop. Namun sampai sekarang belum juga disetop oleh pemerintah sehingga harga masker dan alat pelindung diri (APD) sudah tidak terkendali. Makanya sering kita lihat banyak orang berjualan di online-online kasih harga di bawah standar,” ujar Ketua Umum Aspaki Ade Tarya dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Jumat (10/9/2021).
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Mulai Diterapkan, Yuk Ikuti Prokes di Tempat Pendidikan
Ia menambahkan, alat-alat untuk memproduksi alkes di dalam negeri sudah mumpuni. Hanya saja tantangannya ada pada kegiatan impor yang masih berlanjut. Menurutnya, produk impor sering kali substandard.
“Kita betul-betul sudah mandiri. Asal jangan diganggu dengan produk impor saja. Bisa dilihat harga masker di marketplace ada yang dihargai Rp19.000. Ini kan jadi merusak pasar dalam negeri,” tegasnya.
Lihat Juga :