Pemilik Warung di Bekasi Semringah Terima BLT: Lumayan Buat Nambah Modal
Sabtu, 11 September 2021 - 21:10 WIB
loading...
Dian (56), pemilik warung Soto Betawi di Pasar Poncol, Kota Bekasi, telah menerima BLT Rp1,2 juta. Foto/MPI/Dinar Fitra Maghiszha
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi sejumlah pedagang kaki lima (PKL), warung, toko kelontong, hingga warteg selama perpanjangan PPKM Level 3 di Kota Bekasi yang berlaku hingga 13 September 2021. Adapun bantuan ini dikucurkan bagi sejumlah kalangan selain penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).
Menurut pantauan MNC Portal Indonesia (MPI), sejumlah pemilik warung makan telah menerima BLT sejumlah Rp1,2 juta. Dian (56), pemilik warung Soto Betawi di Pasar Poncol, Permata Hijau, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi merasa bersyukur bantuan tersebut masuk ke rekeningnya. "Iya, sudah dapat Rp1,2 juta. Alhamdulillah," kata Dian kepada MNC Portal, Sabtu (11/9/2021).
Perempuan berjilbab itu mengakui warungnya semakin ramai setelah level PPKM di Bekasi dilonggarkan. "Makin ramai bulan-bulan terakhir ini, dagangan juga selalu habis," ucap wanita yang juga menjajakan aneka lauk-pauk siap saji lainnnya.
Baca juga: Sri Mulyani Jamin BLT Warteg dan PKL Rp1,2 Juta Sulit Disunat
Bantuan tersebut, ungkapnya, akan dibuat untuk menambah modal dagangannya. "Lumayan buat nambah modal, buat bayar listrik dan air. Sangat terbantu," tuturnya.
Berbeda dari Dian, seorang pemilik warung tegal (warteg) 'Mamoka' di jalan K.H Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sejak bergulirnya pandemi lantaran tidak sempat mendaftarkan usahanya.
Isti (46) merasa persyaratan yang diberikan rumit dan tidak ada cukup waktu untuk mengurusnya. "Harus ngurus ini itu ke sana sini, saya sibuk mas," cetusnya.
Menurut pantauan MNC Portal Indonesia (MPI), sejumlah pemilik warung makan telah menerima BLT sejumlah Rp1,2 juta. Dian (56), pemilik warung Soto Betawi di Pasar Poncol, Permata Hijau, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi merasa bersyukur bantuan tersebut masuk ke rekeningnya. "Iya, sudah dapat Rp1,2 juta. Alhamdulillah," kata Dian kepada MNC Portal, Sabtu (11/9/2021).
Perempuan berjilbab itu mengakui warungnya semakin ramai setelah level PPKM di Bekasi dilonggarkan. "Makin ramai bulan-bulan terakhir ini, dagangan juga selalu habis," ucap wanita yang juga menjajakan aneka lauk-pauk siap saji lainnnya.
Baca juga: Sri Mulyani Jamin BLT Warteg dan PKL Rp1,2 Juta Sulit Disunat
Bantuan tersebut, ungkapnya, akan dibuat untuk menambah modal dagangannya. "Lumayan buat nambah modal, buat bayar listrik dan air. Sangat terbantu," tuturnya.
Berbeda dari Dian, seorang pemilik warung tegal (warteg) 'Mamoka' di jalan K.H Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sejak bergulirnya pandemi lantaran tidak sempat mendaftarkan usahanya.
Isti (46) merasa persyaratan yang diberikan rumit dan tidak ada cukup waktu untuk mengurusnya. "Harus ngurus ini itu ke sana sini, saya sibuk mas," cetusnya.
Lihat Juga :