Siasat Merek Menghadapi 3 Disrupsi di Saat Pandemi
Jum'at, 17 September 2021 - 09:18 WIB
loading...
Di saat pandemi perusahaan menghadapi tiga disrupsi sekaligus. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Triple disrupsi menjadi tantangan tersendiri bagi merek atau brand untuk tetap eksis di tengah pandemi. Teknologi digital, pandemi Covid-19, hingga perilaku konsumen yang berubah menjadi tiga disrupsi yang membawa dampak masing-masing sehingga perlu disiasati.
Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia selama lebih dari setahun, misalnya, telah mengubah perilaku masyarakat. Termasuk dalam aktivitas ekonomi.
Baca juga: Edukasi Digital Bantu Pedagang Kecil Kuasai Teknologi
"Yang menarik dari 1,5 tahun pandemi ini adalah perubahan customer behavior," kata Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Janoe Arijanto pada webinar terkait dengan program Indonesia Brand Communication Championship 2021 di Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Janoe menambahkan bahwa digitalalisasi dan pandemi mendorong perubahan besar pada perilaku konsumen, yang sejak beberapa bulan ini perubahannya makin kuat dan formatnya cenderung permanen. Alhasil, para pengelola merek bisa membuat sejumlah strategi jangka panjang dalam komunikasi dan customer experience.
Seiring dengan konsumen yang makin banyak menghabiskan waktu secara virtual, kata Janoe, standar, nilai, dan interaksi mereka juga berubah terhadap merek. Di antaranya mereka makin pilih-pilih, berpikir fungsional terhadap suatu barang, makin lokal, serta perhatian pada alam dan kesehatan.
Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia selama lebih dari setahun, misalnya, telah mengubah perilaku masyarakat. Termasuk dalam aktivitas ekonomi.
Baca juga: Edukasi Digital Bantu Pedagang Kecil Kuasai Teknologi
"Yang menarik dari 1,5 tahun pandemi ini adalah perubahan customer behavior," kata Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Janoe Arijanto pada webinar terkait dengan program Indonesia Brand Communication Championship 2021 di Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Janoe menambahkan bahwa digitalalisasi dan pandemi mendorong perubahan besar pada perilaku konsumen, yang sejak beberapa bulan ini perubahannya makin kuat dan formatnya cenderung permanen. Alhasil, para pengelola merek bisa membuat sejumlah strategi jangka panjang dalam komunikasi dan customer experience.
Seiring dengan konsumen yang makin banyak menghabiskan waktu secara virtual, kata Janoe, standar, nilai, dan interaksi mereka juga berubah terhadap merek. Di antaranya mereka makin pilih-pilih, berpikir fungsional terhadap suatu barang, makin lokal, serta perhatian pada alam dan kesehatan.
Lihat Juga :