Kartu Prakerja Gelombang IV Disesuaikan Tatanan New Normal
Senin, 01 Juni 2020 - 10:50 WIB
loading...
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV belum dimulai akibat penyesuaian yang dilakukan pemerintah terhadap tatanan new normal. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pembukaan pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV saat ini masih dibahas. Pemerintah meminta masyarakat bersabar karena pelatihan terkait program Kartu Prakerja akan disesuaikan dengan pola hidup kenormalan baru (new normal) yang akan dijalani bersama.
"Masyarakat harap bersabar karena Program Kartu Prakerja khususnya gelombang keempat tetap akan dilaksanakan. Ada beberapa pertimbangan guna memaksimalkan program tersebut, antara lain menyesuaikan dengan new normal yang akan dijalani masyarakat ke depan, serta mengkombinasikan pelatihan offline," kata Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (1/6/2020).
Menko Airlangga menjelaskan, awal pelaksanaan program Kartu Prakerja harus dilakukan secara daring akibat adanya kebijakan Work From Home. Namun dengan adanya perkembanhan New Normal maka pemerintah tengah mengkaji diilakukannya pelatihan secara tatap muka.
"Awalnya karena ada pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, program Kartu Prakerja kita lakukan secara online. Tapi, dengan adanya new normal kita juga harus menyesuaikan pola pelatihannya apakah bisa dilakukan secara offline," ujarnya.
Ia mengakui risiko penyabaran Covid-19 masih mengancam sampai ditemukannya vaksin. Karena itu, pemerintah dan penyelenggara Kartu Prakerja tetap harus sangat berhati-hati dalam pelaksanaannya.
"Masyarakat harap bersabar karena Program Kartu Prakerja khususnya gelombang keempat tetap akan dilaksanakan. Ada beberapa pertimbangan guna memaksimalkan program tersebut, antara lain menyesuaikan dengan new normal yang akan dijalani masyarakat ke depan, serta mengkombinasikan pelatihan offline," kata Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (1/6/2020).
Menko Airlangga menjelaskan, awal pelaksanaan program Kartu Prakerja harus dilakukan secara daring akibat adanya kebijakan Work From Home. Namun dengan adanya perkembanhan New Normal maka pemerintah tengah mengkaji diilakukannya pelatihan secara tatap muka.
"Awalnya karena ada pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, program Kartu Prakerja kita lakukan secara online. Tapi, dengan adanya new normal kita juga harus menyesuaikan pola pelatihannya apakah bisa dilakukan secara offline," ujarnya.
Ia mengakui risiko penyabaran Covid-19 masih mengancam sampai ditemukannya vaksin. Karena itu, pemerintah dan penyelenggara Kartu Prakerja tetap harus sangat berhati-hati dalam pelaksanaannya.
Lihat Juga :