Negara Asia Rebutan Pesan Obat Covid-19 Molnupiravir, Indonesia Gimana?
Rabu, 06 Oktober 2021 - 14:09 WIB
loading...
Obat antivirus oral Covid-19 ekspreimental produksi Merck, Molnupiravir, diklaim dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian akibat Covid-19. Foto Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah negara di kawasan Asia akhir-akhir ini ramai memesan obat Molnupiravir buatan Merck yang diklaim ampuh dalam mengobati dan menekan risiko kematian pada pasien Covid-19.
Teranyar, raksasa farmasi asal Amerika Serikat (AS) itu dikabarkan telah menandatangani kontrak pembelian dengan negara Singapura pada hari ini. Namu, belum diketahui berapa besar jumlahnya.
Baca juga: Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Produksi Merck Diklaim Mampu Cegah Kematian
Dilansir Reuters, Rabu (6/10/2021), Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Filipina serta Malaysia juga berencana untuk membeli pil tersebut dalam waktu dekat. Sebelumnya, Australia melalui PM Scott Morrison secara resmi mengumumkan ihwal pemesanan 300 ribu paket Molnupiravir.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Dalam sebuah kesempatan, pemerintah mengaku terbuka terhadap segala upaya dalam penanganan Covid-19. Hal itu dikonfirmasi oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
Wiku menegaskan bahwa Indonesia selalu terbuka terhadap semua alternatif pengobatan Covid-19. “Pada prinsipnya Indonesia terbuka dengan semua alternatif jenis pengobatan karena semata-mata tujuan kita bersama ialah meningkatkan kesembuhan setinggi-tingginya,” katanya di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (6/10/2021).
Baca juga: Satgas Sebut Virus Bukan Satu-satunya Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19
Terkait Molnupiravir, Wiku menyatakan masih mengamati tahapan uji klinis atas obat tersebut. “Terkait dengan uji klinis tahapan ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan sebelum obat layak digunakan secara umum oleh masyarakat umum. Ke depannya pemerintah akan segera menginformasikan update terkait perkembangan obat dan material kesehatan untuk mendukung pelayanan Covid-19," tuturnya.
Teranyar, raksasa farmasi asal Amerika Serikat (AS) itu dikabarkan telah menandatangani kontrak pembelian dengan negara Singapura pada hari ini. Namu, belum diketahui berapa besar jumlahnya.
Baca juga: Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Produksi Merck Diklaim Mampu Cegah Kematian
Dilansir Reuters, Rabu (6/10/2021), Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Filipina serta Malaysia juga berencana untuk membeli pil tersebut dalam waktu dekat. Sebelumnya, Australia melalui PM Scott Morrison secara resmi mengumumkan ihwal pemesanan 300 ribu paket Molnupiravir.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Dalam sebuah kesempatan, pemerintah mengaku terbuka terhadap segala upaya dalam penanganan Covid-19. Hal itu dikonfirmasi oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
Wiku menegaskan bahwa Indonesia selalu terbuka terhadap semua alternatif pengobatan Covid-19. “Pada prinsipnya Indonesia terbuka dengan semua alternatif jenis pengobatan karena semata-mata tujuan kita bersama ialah meningkatkan kesembuhan setinggi-tingginya,” katanya di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (6/10/2021).
Baca juga: Satgas Sebut Virus Bukan Satu-satunya Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19
Terkait Molnupiravir, Wiku menyatakan masih mengamati tahapan uji klinis atas obat tersebut. “Terkait dengan uji klinis tahapan ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan sebelum obat layak digunakan secara umum oleh masyarakat umum. Ke depannya pemerintah akan segera menginformasikan update terkait perkembangan obat dan material kesehatan untuk mendukung pelayanan Covid-19," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :