PGE Siap Tambah Kapasitas Pembangkit Jadi 1.500 MW di 2030
Rabu, 06 Oktober 2021 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Riki mengapresiasi pemerintah yang telah banyak memberikan insentif guna mengurangi ketidakpastian di bisnis dari panas bumi. Di bagian lain, jelas dia, pengembangan panas bumi yang relatif mahal juga membutuhkan pengembang yang serius dan memiliki komitmen kuat.
Baca Juga: Kekuatan Militer Indonesia di Mata Dunia: Jumlah Personel hingga Alutsista yang Dimiliki
Sementara, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Priyandaru Effendi mengatakan bahwa harus ada percepatan pengembangan panas bumi untuk mendukung pencapaian target net zero emission. "Panas bumi bisa berkontribusi besar, tapi harus ada extraordiary effort," tegasnya.
Direktur Panas Bumi Direktorat EBTKE Kementerian ESDM Harris Yahya mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi panas bumi terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS). Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi tersebut.
Harris mengatakan, pembangkit panas bumi hingga 2035 ditargetkan bertambah 3.335 MW. Hal itu, imbuh dia, bisa dicapai jika ada sinergi dan upaya bersama dari semua pihak. "Regulasi sudah sangat lengkap, sudah identifikasi tantangan spesifik untuk panas bumi dan strateginya. Keterlibatan stakeholder sangat penting. Kami harap kita satu visi terkait hal ini," tandasnya.
Baca Juga: Kekuatan Militer Indonesia di Mata Dunia: Jumlah Personel hingga Alutsista yang Dimiliki
Sementara, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Priyandaru Effendi mengatakan bahwa harus ada percepatan pengembangan panas bumi untuk mendukung pencapaian target net zero emission. "Panas bumi bisa berkontribusi besar, tapi harus ada extraordiary effort," tegasnya.
Direktur Panas Bumi Direktorat EBTKE Kementerian ESDM Harris Yahya mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi panas bumi terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS). Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi tersebut.
Harris mengatakan, pembangkit panas bumi hingga 2035 ditargetkan bertambah 3.335 MW. Hal itu, imbuh dia, bisa dicapai jika ada sinergi dan upaya bersama dari semua pihak. "Regulasi sudah sangat lengkap, sudah identifikasi tantangan spesifik untuk panas bumi dan strateginya. Keterlibatan stakeholder sangat penting. Kami harap kita satu visi terkait hal ini," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :