Dampak Corona Membuat Ekonomi Indonesia Rugi Rp320 Triliun
Selasa, 02 Juni 2020 - 20:18 WIB
loading...
Dampak corona membuat ekonomi Indonesia rugi Rp320 triliun. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ekonomi Indonesia mengalami banyak kerugian akibat virus corona (Covid-19), sehingga membuat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 tidak sesuai target.
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Hidayat Amir mengatakan dalam kondisi normal, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 5%. Namun, akibat pandemi Covid-19, realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2020 turun drastis menjadi 2,97%.
Berdasarkan kalkulasi, negara kehilangan potensi pertumbuhan sebesar 2,03% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dihitung secara nominal dengan PDB saat ini sebesar Rp15.800 triliun, maka kerugian ekonomi Indonesia akibat Covid-19 mencapai Rp320 triliun.
"Berarti ada lost dari potential growth ekonomi kita dari 5% ke 2,97%, ada sekitar 2,03% atau 2% dari growth ekonomi. Ini kalau dikuantitatifkan tinggal kali PDB saat ini sekitar Rp15.800 triliun, kalau 2% ya kali 2, itu lost aktivitas ekonominya," ujarnya dalam video conference di Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Hidayat menerangkan saat ini, Kemenkeu tengah memitigasi, kegiatan ekonomi mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Baca: Cegah Ancaman Krisis, Pemerintah Diminta Buka Sektor Ekonomi
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Hidayat Amir mengatakan dalam kondisi normal, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 5%. Namun, akibat pandemi Covid-19, realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2020 turun drastis menjadi 2,97%.
Berdasarkan kalkulasi, negara kehilangan potensi pertumbuhan sebesar 2,03% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dihitung secara nominal dengan PDB saat ini sebesar Rp15.800 triliun, maka kerugian ekonomi Indonesia akibat Covid-19 mencapai Rp320 triliun.
"Berarti ada lost dari potential growth ekonomi kita dari 5% ke 2,97%, ada sekitar 2,03% atau 2% dari growth ekonomi. Ini kalau dikuantitatifkan tinggal kali PDB saat ini sekitar Rp15.800 triliun, kalau 2% ya kali 2, itu lost aktivitas ekonominya," ujarnya dalam video conference di Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Hidayat menerangkan saat ini, Kemenkeu tengah memitigasi, kegiatan ekonomi mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Baca: Cegah Ancaman Krisis, Pemerintah Diminta Buka Sektor Ekonomi
Lihat Juga :