Ini 3 Penyebab Penetrasi Internet Lemot di Indonesia
Selasa, 12 Oktober 2021 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Tantangan selanjutnya adalah dari sisi infrastruktur broadband yang terbatas dan tantangan geografis yang menyebabkan layanan internet tidak terdistribusi secara merata. Salah satu solusinya, menurut Martin, adalah proyek Palapa Ring Nasional yang bertujuan membangun konektivitas serat optik di Nusantara, mulai dari barat hingga timur Indonesia.
"Namun demikian, Palapa Ring hanyalah penyedia backbone serat optik, sedangkan untuk menghadirkan akses internet ke masyarakat butuh peran dari internet service provider (ISP). Fokus dari ISP masih berpusat di kota-kota besar, mempertimbangkan potensi pendapatan, utilisasi, dan biaya-biaya pemeliharaan yang lebih efisien," jelas Martin.
Baca juga: Demokrat Pertanyakan Penggunaan APBN untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Laporan Februari 2021 menyebutkan bahwa utilisasi dari Palapa Ring masih di bawah 40%, baik itu Palapa Ring barat, tengah, dan timur. Pihaknya memandang bahwa perluasan jaringan infrastruktur memiliki peranan penting untuk mendukung pertumbuhan para pemain, terutama untuk memasuki area baru.
"Perizinan juga relatif lebih mudah dengan adanya perbaikan di UU Cipta Kerja. Sebelumnya dibutuhkan izin dari pemerintah pusat dan daerah, dan sekarang relatif lebih tersentralisasi sehingga diharapkan bisa mempermudah penggelaran serat optik dan infrastruktur telekomunikasi," pungkasnya.
"Namun demikian, Palapa Ring hanyalah penyedia backbone serat optik, sedangkan untuk menghadirkan akses internet ke masyarakat butuh peran dari internet service provider (ISP). Fokus dari ISP masih berpusat di kota-kota besar, mempertimbangkan potensi pendapatan, utilisasi, dan biaya-biaya pemeliharaan yang lebih efisien," jelas Martin.
Baca juga: Demokrat Pertanyakan Penggunaan APBN untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Laporan Februari 2021 menyebutkan bahwa utilisasi dari Palapa Ring masih di bawah 40%, baik itu Palapa Ring barat, tengah, dan timur. Pihaknya memandang bahwa perluasan jaringan infrastruktur memiliki peranan penting untuk mendukung pertumbuhan para pemain, terutama untuk memasuki area baru.
"Perizinan juga relatif lebih mudah dengan adanya perbaikan di UU Cipta Kerja. Sebelumnya dibutuhkan izin dari pemerintah pusat dan daerah, dan sekarang relatif lebih tersentralisasi sehingga diharapkan bisa mempermudah penggelaran serat optik dan infrastruktur telekomunikasi," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :