Krisis Energi Makin Ngeri, dari China ke Eropa Kini Mengancam Jepang
Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:55 WIB
loading...
Krisis energi global semakin meluas kini mengancam Negeri Sakura Jepang. FOTO/Ilustrasi/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Krisis energi global semakin meluas dari China hingga Eropa kini mengancam Jepang. Krisis tersebut seiring naiknya harga listrik ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.
Meningkatnya harga listrik dipicu lonjakan harga minyak, gas dan batu bara dunia alhasil sehingga mengganggung pasar energi di Jepang. Pasar energi di Jepang bernilai hingga USD150 miliar atau setara Rp2.100 triliun.
Baca Juga: Salip Jeff Bezos, Harta Elon Musk Tembus Rp3,1 Kuadriliun
Meroketnya harga energi dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas ekonomi pasca pandemi. Namun kebangkitan ekonomi tidak didukung produksi energi yang turun terdampak Covid-19.
Meskipun Negeri Sakura tersebut hanya mengimpor energi dalam jumlah relatif sedikit, namun harga energi yang tinggi mendorong lonjakan inflasi tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Dikutip Reuters Rabu (13/10) kenaikan harga minyak mendorong kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik hingga 32,4% pada September.
Meningkatnya harga listrik dipicu lonjakan harga minyak, gas dan batu bara dunia alhasil sehingga mengganggung pasar energi di Jepang. Pasar energi di Jepang bernilai hingga USD150 miliar atau setara Rp2.100 triliun.
Baca Juga: Salip Jeff Bezos, Harta Elon Musk Tembus Rp3,1 Kuadriliun
Meroketnya harga energi dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas ekonomi pasca pandemi. Namun kebangkitan ekonomi tidak didukung produksi energi yang turun terdampak Covid-19.
Meskipun Negeri Sakura tersebut hanya mengimpor energi dalam jumlah relatif sedikit, namun harga energi yang tinggi mendorong lonjakan inflasi tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Dikutip Reuters Rabu (13/10) kenaikan harga minyak mendorong kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik hingga 32,4% pada September.
Lihat Juga :