alexametrics

Menko Luhut Sebut 8.000 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Morowali

loading...
Menko Luhut Sebut 8.000 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Morowali
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Foto/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, hingga hari ini masih ada sebanyak 8.000 tenaga kerja asing yang bekerja di Morowali, Sulawesi Tengah. Sedangkan, tenaga kerja dalam negeri sebanyak 42.000 orang juga bekerja dilokasi yang sama.

"Morowali itu saya kira per hari ini tenaga kerjanya sekitar 42.000 dan tenaga asingnya sekitar 8.000 dan itu akan berkurang karena akan ada lulusan politeknik," ujar Menko Luhut dalam diskusi online, Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan kebutuhan Indonesia terhadap tenaga kerja asing terjadi karena tehnologi yang diterapkan di lokasi investasi menggunakan tehnologi canggih. Di mana hanya tenaga kerja asing yang memahami pengoperasiannya.



(Baca Juga: Luhut Sebut Jumlah TKA China di Konawe Hanya 8%)

"Ya memang tidak bisa kita hindari kita harus pakai tenaga kerja asing dulu karena mereka paham tehnologi ini. Sementara kita yang digunakan sebelumnya teknologi yang sudah lama, sekarang itu sudah canggih," jelasnya.

Sementara itu terkait investasi, dia memastikan, Morowali akan menyerap sebesar USD30 miliar hingga 2024. Investasi tersebut juga nanti akan menyerap tenaga kerja asli dalam negeri yang semakin besar.

Selain Morowali, penyerapan tenaga kerja juga akan terjadi bersamaan dengan masuknya investasi ke Halmahera Tengah dan Konawe Utara. Keseluruhan lokasi investasi tersebut diperkirakan akan menyerap tenaga kerja lebih dari 100.000.

"Di Halmahera tengah itu setengah dari Morowali. Kalau jadi nanti masuk smelter dari Cooper itu bisa jadi 30.000 angkatan kerja juga. Makanya kita ingin ada politeknik disana. Di Konawe Utara juga. Jadi kalau kita hitung, angkatan kerja itu bisa sampai ke 100.000 lebih," tandasnya.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top