Dihantam Krisis Listrik, Ekspor China Tetap Melesat di Luar Dugaan
Kamis, 14 Oktober 2021 - 23:12 WIB
loading...
Ekspor China tetap melonjak di tengah terpaan krisis energi listrik. FOTO/REUTERS/Stringer
A
A
A
JAKARTA - Ekspor China meningkat diluar dugaan pada September 2021 kendati dihantam krisis listrik . Berdasarkan data Bea Cukai setempat, ekspor mengalami pertumbuhan 28,1% menjadi USD305,74 miliar di atas ekspektasi ekonom yang hanya 21,5%.
Ekspor meningkat akibat terjadinya permintaan menjelang libur panjang akhir tahun. Namun di sisi impor melambat hanya 17,6% di bawah perkiraan ekonomi 20,9%.
China mencatat surplus perdagangan sebesar USD66,8 miliar pada September 2021. Peningkatan ekspor membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah melemahnya permintaan dalam negeri.
"Angka perdagangan tersebut menunjukkan bahwa permintaan global terhadap barang China terus menguat kendati ekonomi domestik mengalami perlambatan," kata Kepala Ekonom Barclays Plc untuk wilayah China Jian Chang seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/10/2021).
Baca Juga: Krisis Energi di Inggris Benar-benar Gawat, Banyak Industri Terancam Bangkrut
Juru Bicara Bea Cukai China Li Kui Wen mengatakan perdagangan di Kuartal IV 2021 kemungkinan melambat karena dirundung berbagai permasalahn logistik akibat jalur lalu lintas ekspor mengalami ketidakseimbangan supply and demand. "Kami terus melihat situasi ini dengan cermat," kata Li.
Penurunan kinerja perdagangan juga disebakan krisis listrik. Imbas krisis listrik berkepanjangan mengganggu kinerja ekspor lantaran banyak pabrik di sejumlah provinsi terpaksa tutup tidak beroperasi.
Ekspor meningkat akibat terjadinya permintaan menjelang libur panjang akhir tahun. Namun di sisi impor melambat hanya 17,6% di bawah perkiraan ekonomi 20,9%.
China mencatat surplus perdagangan sebesar USD66,8 miliar pada September 2021. Peningkatan ekspor membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah melemahnya permintaan dalam negeri.
"Angka perdagangan tersebut menunjukkan bahwa permintaan global terhadap barang China terus menguat kendati ekonomi domestik mengalami perlambatan," kata Kepala Ekonom Barclays Plc untuk wilayah China Jian Chang seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/10/2021).
Baca Juga: Krisis Energi di Inggris Benar-benar Gawat, Banyak Industri Terancam Bangkrut
Juru Bicara Bea Cukai China Li Kui Wen mengatakan perdagangan di Kuartal IV 2021 kemungkinan melambat karena dirundung berbagai permasalahn logistik akibat jalur lalu lintas ekspor mengalami ketidakseimbangan supply and demand. "Kami terus melihat situasi ini dengan cermat," kata Li.
Penurunan kinerja perdagangan juga disebakan krisis listrik. Imbas krisis listrik berkepanjangan mengganggu kinerja ekspor lantaran banyak pabrik di sejumlah provinsi terpaksa tutup tidak beroperasi.
Lihat Juga :