DPRD Banten Gencar Edukasi Masyarakat untuk Gerakan Sadar Wisata
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 18:16 WIB
loading...
Anggota DPRD Banten dari Fraksi PPP Neng Siti Julaiha (kedua dari kiri) saat melakukan sosialisasi Gerakan Sadar Wisata kepada masyarakat di Provinsi Banten, Kamis (14/10/2021). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (14/10) dan rencana uji coba dibukanya kembali Bali bagi wisatawan mancanegara menjadi sinyal untuk mulai menumbuhkan pariwisata di masa transisi dari prandemi menuju endemi dengan tetap memauhi protokol kesehatan secara ketat.
Wilayah lain, seperti Provinsi Banten pun ikut menyiapkan kembali sektor pariwisata di masa transisi ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menggeliatkan perekonomian daerah. Provinsi Banten mendorong pariwisata melalui Gerakan Sadar Wisata.
Baca Juga: Bali Buka Pintu Bagi Wisman 19 Negara, Industri Pariwisata Gelar Karpet Merah
Anggota DPRD Banten dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Neng Siti Julaiha menjelaskan bahwa Provinsi Banten terus menggencarkan Gerakan Sadar Wisata yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakan agar menyadari potensi-potensi wisata yang ada di sekitar mereka, sehingga ikut aktif serta mendapatkan manfaat ekonomi.
"Gerakan Sadar Wisata juga juga untuk mendorong partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mewujudkan iklim yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan di Provinsi Banten sehingga masyarakat ikut menikmati manfaatnya," ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (16/10/2021).
Anggota DPRD yang akrab disapa NJ ini menuturkan bahwa Gerakan Sadar Wisata merupakan program berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Banten sejalan dengan semangat dari pemerintah pusat melalui tagline Sapta Pesona. Dia menambahkan bahwa banyak keunggulan wisata di wilayah Banten.
"Tentu karena Banten sebagai masyarakat religius maka keunggulan wisata religi Banten juga sangan iconic dan wisata adat Baduy, dan budaya-budaya Kasepuhan lainnya. Beberapa pantai juga sudah mendunia seperti Tanjung Lesung dan Anyer," tuturnya.
Wilayah lain, seperti Provinsi Banten pun ikut menyiapkan kembali sektor pariwisata di masa transisi ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menggeliatkan perekonomian daerah. Provinsi Banten mendorong pariwisata melalui Gerakan Sadar Wisata.
Baca Juga: Bali Buka Pintu Bagi Wisman 19 Negara, Industri Pariwisata Gelar Karpet Merah
Anggota DPRD Banten dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Neng Siti Julaiha menjelaskan bahwa Provinsi Banten terus menggencarkan Gerakan Sadar Wisata yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakan agar menyadari potensi-potensi wisata yang ada di sekitar mereka, sehingga ikut aktif serta mendapatkan manfaat ekonomi.
"Gerakan Sadar Wisata juga juga untuk mendorong partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mewujudkan iklim yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan di Provinsi Banten sehingga masyarakat ikut menikmati manfaatnya," ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (16/10/2021).
Anggota DPRD yang akrab disapa NJ ini menuturkan bahwa Gerakan Sadar Wisata merupakan program berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Banten sejalan dengan semangat dari pemerintah pusat melalui tagline Sapta Pesona. Dia menambahkan bahwa banyak keunggulan wisata di wilayah Banten.
"Tentu karena Banten sebagai masyarakat religius maka keunggulan wisata religi Banten juga sangan iconic dan wisata adat Baduy, dan budaya-budaya Kasepuhan lainnya. Beberapa pantai juga sudah mendunia seperti Tanjung Lesung dan Anyer," tuturnya.
Lihat Juga :