Anggito Abimanyu Soroti Pentingnya Haji dan Umrah untuk Pembangunan Ekonomi Syariah

Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:53 WIB
loading...
Anggito Abimanyu Soroti...
Kepala BPKH Anggito Abimanyu menyatakan pentingnya umrah dan haji untuk ekonomi syariah. Foto/AnggieAriesta
A A A
JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH ) bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 2021 secara daring dan luring.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, konferensi tersebut masuk ke dalam rangkaian acara Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2021 dengan tema "Escalating Halal Industries through Food and Fashion Markets for Economic Recovery".

Baca juga: Kolaborasi BI dan BPKH Bedah Dampak Haji, Industri Halal, dan Investasi Syariah

"Atas nama BPKH saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah turut menyelenggarakan konferensi haji internasional ketiga di tengah pertemuan ISEF ke-8 di JCC. Visi ISEF 2021 adalah meningkatkan industri halal melalui pasar makanan dan fesyen untuk pemulihan ekonomi. Program ini menempatkan ISEF sebagai ikon pengembangan SDF ekonomi dan keuangan syariah dari berbagai aspek di tingkat internasional," katanya dalam pembukaan ISEF 2021-Islamic Investment Forum Day 1 secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Untuk mewujudkan visi tersebut, BPKH bersama Bank Indonesia menyelenggarakan forum dengan tiga topik yang berfokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terkait layanan haji dan umrah.

Topik yang akan dibahas hari ini dan besok, yaitu pertama, pengembangan instrumen investasi syariah, baik di bank syariah maupun instrumen syariah pasar modal. Kedua mengelola wisata religi dan umrah, dan ketiga mengemukakan industri makanan halal untuk umrah dan haji.



"Izinkan saya menyoroti mengapa ketiga bidang ini sangat penting bagi layanan haji dan umrah kita dan juga bagi pembangunan ekonomi dan sosial," katanya.

Pertama, sebagai salah satu dari lima rukun Islam, dana yang ditabung untuk biaya haji yang mahal harus berupa instrumen keuangan yang sesuai syariah, dan hanya bisa disimpan di bank syariah.

"Oleh karena itu sangat penting untuk melihat bantuan dari bank syariah, peluang investasi dan instrumen syariah dan juga dukungan dari otoritas pasar keuangan Islam," kata dia.

Kedua, penting juga untuk membahas peningkatan kualitas layanan wisata haji dan umrah dan tingkat kepuasan peziarah sebagai pelanggan. Hal ini dibedakan karena mempertimbangkan pentingnya fasilitas dan layanan yang diperlukan untuk haji, sehubungan dengan persepsi yang sebenarnya peziarah, yaitu sisi permintaan daripada penyedia layanan dan persepsi yang tidak direncanakan, yaitu sisi penawaran.

Baca juga: Menginap di Rumah Pegiat Budaya di Toba, Nadiem Antusias Belajar Musik Tradisi

Elemen lain dari wisata Islam ke Indonesia adalah outbond haji dan umrah menarik populasi Islam global yang berkuasa. Ketiga, sebelum pandemi jumlah jemaah umrah dan haji dari Indonesia meningkat setiap tahunnya.

"Salah satu aspek penting dari pengalaman ini adalah menemukan akomodasi dan makanan selama haji dan umrah di tempat praktik. Bagi banyak pengunjung Indonesia, makanan dengan cita rasa lokal asli Indonesia adalah suatu keharusan. Itu jelas menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pebisnis Indonesia untuk bekerja sama dengan mitra Saudi untuk menyediakan makanan rasa lokal bagi pengunjung haji dan umrah," pungkas Anggito.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Berita Terkini
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved