Tragisnya Elizabeth Holmes: Mantan Perempuan Termuda Terkaya di Dunia, Kini Jadi Pesakitan
Kamis, 28 Oktober 2021 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan bahwa perusahaan itu telah memberinya informasi terperinci, termasuk teknolgi tes darahnya yang digunakan oleh militer AS dan perusahaan farmasi besar.
Theranos juga diduga mengatakan bahwa perangkatnya dapat melakukan 300 tes darah sebelum harus diganti. Thernos disebut melakukan semua pengujian itu pada mesin labnya sendiri, bukan peralatan pihak ketiga.
Lisa Peterson juga mengatakan kepada pengadilan bahwa keluarga Devos awalnya hanya bermaksud untuk menginvestasikan USD50 juta di Theranos. Tetapi mereka kemudian menggandakan investasinya setelah bertemu dengan Holmes, yang meyakinkan mereka bahwa teknologi itu adalah "game changer for healthcare".
Kantor Kejaksaan AS, yang menuntut Holmes, menyatakan bahwa klaim itu salah dan sengaja dikerahkan untuk secara curang mengumpulkan dana sebesar USD700 (Rp9,9 triliun) dari para investor besar.
Elizabeth Holmes pun membantah klaim Devos. Lance Wade, pengacara Holmes, menyatakan bahwa keluarga Devos tidak melakukan due diligence yang tepat. Menanggapi pernyataan sang pembela, Lisa Peterson menjawab, "Kami tidak berpikir kami membutuhkannya."
Di persidangan sebelumnya, Wade Miquelon, mantan kepala keuangan rantai farmasi Walgreens, bersaksi bahwa perusahaannya terkesan dengan penelitian Theranos dan kemudian bermitra dengan menginvestasikan dana sebesar USD140 juta.
Persidangan terhadap Elizabeth Holmes dimulai pada bulan September dan kemungkinan akan berlangsung hingga Desember. Holmes diduga memalsukan "laporan uji tuntas independen" dari perusahaan farmasi Pfizer dan Schering-Plough, yang mendukung kelayakan teknologinya.
Theranos juga diduga mengatakan bahwa perangkatnya dapat melakukan 300 tes darah sebelum harus diganti. Thernos disebut melakukan semua pengujian itu pada mesin labnya sendiri, bukan peralatan pihak ketiga.
Lisa Peterson juga mengatakan kepada pengadilan bahwa keluarga Devos awalnya hanya bermaksud untuk menginvestasikan USD50 juta di Theranos. Tetapi mereka kemudian menggandakan investasinya setelah bertemu dengan Holmes, yang meyakinkan mereka bahwa teknologi itu adalah "game changer for healthcare".
Kantor Kejaksaan AS, yang menuntut Holmes, menyatakan bahwa klaim itu salah dan sengaja dikerahkan untuk secara curang mengumpulkan dana sebesar USD700 (Rp9,9 triliun) dari para investor besar.
Elizabeth Holmes pun membantah klaim Devos. Lance Wade, pengacara Holmes, menyatakan bahwa keluarga Devos tidak melakukan due diligence yang tepat. Menanggapi pernyataan sang pembela, Lisa Peterson menjawab, "Kami tidak berpikir kami membutuhkannya."
Di persidangan sebelumnya, Wade Miquelon, mantan kepala keuangan rantai farmasi Walgreens, bersaksi bahwa perusahaannya terkesan dengan penelitian Theranos dan kemudian bermitra dengan menginvestasikan dana sebesar USD140 juta.
Persidangan terhadap Elizabeth Holmes dimulai pada bulan September dan kemungkinan akan berlangsung hingga Desember. Holmes diduga memalsukan "laporan uji tuntas independen" dari perusahaan farmasi Pfizer dan Schering-Plough, yang mendukung kelayakan teknologinya.
Lihat Juga :