Analis Proyeksikan Pendapatan LPKR Tumbuh 37% di 2021
Rabu, 10 November 2021 - 14:04 WIB
loading...
Analis meyakini pendapatan LPKR tahun ini akan melampaui capaian perseroan di 2020. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Analis Citigroup Securities Indonesia Felicia Asrinanda Barus dalam riset terbarunya memprediksi PT Lippo Karawaci Tbk ( LPKR ) bisa membukukan pendapatan Rp16,34 triliun di tahun 2021. Proyeksi tersebut 37% lebih tinggi dari capaian di tahun 2020 yang sebesar Rp11,96 triliun.
"Potensi peningkatan pendapatan tersebut tidak lepas dari peningkatan pendapatan LPKR pada kuartal IV/2021 seiring dengan meningkatnya serah terima unit produk rumah tapak dari Klaster Cendana," papar Felicia dalam risetnya yang dikutip Rabu (10/11/2021).
Baca Juga: Pendapatan LPKR di Kuartal III/2021 Capai Rp10,95 Triliun
Selain pendapatan, Felicia memproyeksikan EBITDA LPKR di tahun 2021 mencapai Rp4,08 triliun, melonjak 115% (year on year/YoY) dari realisasi tahun 2020 yang senilai Rp1,9 triliun.
Di bagian lain, CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa bisnis properti semakin membaik seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Hal ini tampak dari penjualan produk rumah tapak LPKR yang bertumbuh sepanjang 2021.
"Hingga kuartal III/2021, prapenjualan properti kami meningkat 71% (YoY) menjadi Rp3,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun," jelasnya.
LPKR, kata dia, optimis mampu mencatatkan pendapatan prapenjualan sebesar Rp4,2 triliun sampai akhir tahun 2021. Hal ini terutama ditopang oleh segmen rumah tapak.
"Potensi peningkatan pendapatan tersebut tidak lepas dari peningkatan pendapatan LPKR pada kuartal IV/2021 seiring dengan meningkatnya serah terima unit produk rumah tapak dari Klaster Cendana," papar Felicia dalam risetnya yang dikutip Rabu (10/11/2021).
Baca Juga: Pendapatan LPKR di Kuartal III/2021 Capai Rp10,95 Triliun
Selain pendapatan, Felicia memproyeksikan EBITDA LPKR di tahun 2021 mencapai Rp4,08 triliun, melonjak 115% (year on year/YoY) dari realisasi tahun 2020 yang senilai Rp1,9 triliun.
Di bagian lain, CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa bisnis properti semakin membaik seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Hal ini tampak dari penjualan produk rumah tapak LPKR yang bertumbuh sepanjang 2021.
"Hingga kuartal III/2021, prapenjualan properti kami meningkat 71% (YoY) menjadi Rp3,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun," jelasnya.
LPKR, kata dia, optimis mampu mencatatkan pendapatan prapenjualan sebesar Rp4,2 triliun sampai akhir tahun 2021. Hal ini terutama ditopang oleh segmen rumah tapak.
Lihat Juga :