Kantongi Investasi Rp633 Triliun dari UEA, Bahlil: Ini Bukan Angka Kaleng Kerupuk
Kamis, 11 November 2021 - 13:36 WIB
loading...
Kementerian Investasi mengantongi komitmen investasi Rp633,32 triliun dari Forum Bisnis Indonesia-Uni Emirate Arab (UEA). Dimana Bahlil Lahadalia menyebutnya nilai tersebut bukan angka kaleng kerupuk. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi yang berhasil diboyong dari Forum Bisnis Indonesia- Uni Emirate Arab (UEA) mencapai USD44,6 miliar atau setara dengan Rp633,32 triliun (asumsi kurs Rp14.200/USD).
"Persatuan Uni Emirat Arab ini total investasi sebesar USD44,6 miliar. Ini bukan angka kaleng kerupuk," kata Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dalam video virtual, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Bos Bio Farma Klaim Tarif PCR di Indonesia Lebih Murah dari Malaysia hingga UEA
Selain itu ada juga komitmen investasi baik dari Eropa untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dimana tercatat Eropa masuk lima besar investasi di Indonesia. Sementara itu dalam Forum Bisnis Indonesia-Uni Emirate Arab (UEA) dihadiri oleh 9 perusahaan yang yang sudah memiliki minat investasi ke Indonesia baik untuk investasi baru maupun untuk perluasan.
Lebih lanjut Bahlil menerangkan, investasi dari UEA berfokus pada tiga poin yaitu investasi energi terbarukan, investasi membangun industri yang berbasis pengelolaan lingkungan yang baik dan investasi dengan kolaborasi yang baik.
"Persatuan Uni Emirat Arab ini total investasi sebesar USD44,6 miliar. Ini bukan angka kaleng kerupuk," kata Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dalam video virtual, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Bos Bio Farma Klaim Tarif PCR di Indonesia Lebih Murah dari Malaysia hingga UEA
Selain itu ada juga komitmen investasi baik dari Eropa untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dimana tercatat Eropa masuk lima besar investasi di Indonesia. Sementara itu dalam Forum Bisnis Indonesia-Uni Emirate Arab (UEA) dihadiri oleh 9 perusahaan yang yang sudah memiliki minat investasi ke Indonesia baik untuk investasi baru maupun untuk perluasan.
Lebih lanjut Bahlil menerangkan, investasi dari UEA berfokus pada tiga poin yaitu investasi energi terbarukan, investasi membangun industri yang berbasis pengelolaan lingkungan yang baik dan investasi dengan kolaborasi yang baik.
Lihat Juga :