Kaum Tajir Melintir yang (Pernah) Jadi imigran di Tanah Air: Ada yang Punya Kekayaan Rp264 Triliun
Sabtu, 13 November 2021 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
3. Low Tuck Kwong
Low Tuck lahir di Singapura pada 17 April 1948 silam dari keluarga dengan basis bisnis konstruksi. Ayahnya, David Low Yi Ngo, pemilik perusahaan konstruksi di negara selebar "daun kelor" itu.
Baca juga: Adu Ganteng Honda CB150X Indonesia vs Honda CB200X India
Untuk mengasah insting bisnisnya, Low Tuck bekerja di perusahaan ayahnya pada usia 20 tahun. Merasa cukup ilmu, tahun 1972, saat berusia 24 tahun, Low Tuck pindah ke Indonesia menggeluti bisnis kontraktor bangunan, seperti ayahnya.
Pada 1982 perusahaannya mendapatkan kontrak batu bara pada. Dari sinilah, pelan tapi pasti, Low Tuck menjelma menjadi raja batu bara. Pada 1997 Low Tuck mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama. Selang setahun, Low Tuck mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sejak itu, Low Tuck mengakuisisi sejumlah konsesi baru hingga resmi membentuk perusahaan induk yang dikenal dengan nama PT Bayan Resources. Pria yang memutuskan menjadi warga negara Indonesia (WNI) ini memiliki kekayaan USD2 miliar atau Rp28,4 triliun.
Low Tuck lahir di Singapura pada 17 April 1948 silam dari keluarga dengan basis bisnis konstruksi. Ayahnya, David Low Yi Ngo, pemilik perusahaan konstruksi di negara selebar "daun kelor" itu.
Baca juga: Adu Ganteng Honda CB150X Indonesia vs Honda CB200X India
Untuk mengasah insting bisnisnya, Low Tuck bekerja di perusahaan ayahnya pada usia 20 tahun. Merasa cukup ilmu, tahun 1972, saat berusia 24 tahun, Low Tuck pindah ke Indonesia menggeluti bisnis kontraktor bangunan, seperti ayahnya.
Pada 1982 perusahaannya mendapatkan kontrak batu bara pada. Dari sinilah, pelan tapi pasti, Low Tuck menjelma menjadi raja batu bara. Pada 1997 Low Tuck mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama. Selang setahun, Low Tuck mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sejak itu, Low Tuck mengakuisisi sejumlah konsesi baru hingga resmi membentuk perusahaan induk yang dikenal dengan nama PT Bayan Resources. Pria yang memutuskan menjadi warga negara Indonesia (WNI) ini memiliki kekayaan USD2 miliar atau Rp28,4 triliun.
(uka)
Lihat Juga :