Bangun Ekosistem Startup, India Tidak Membutuhkan China

Jum'at, 19 November 2021 - 14:37 WIB
loading...
A A A
Terlepas dari masalah politik yang pelik, startup India tidak menderita krisis pendanaan. Ternyata investasi utama China di ekosistem startup India masih kecil bila melihat dalam skema besar.

Startup India Hampir Tidak Bergantung pada Investor China

Selama bertahun-tahun, India telah menangkap kucuran dana beberapa investor asing. Sebut saja Tiger Global, Softbank Jepang, dan Naspers Afrika Selatan. Ditambah investor China juga telah melompat masuk.

Ekosistem unicorn teknologi terbesar ketiga setelah AS dan China, lalu bonus demografi genarasi muda India, pengguna internet yang belum digarap maksimal serta sektor startup yang sedang berkembang dan banyak lagi, telah lama menjadikannya tujuan investasi yang diinginkan bagi semua investor.

Dan setelah serangkaian IPO tahun ini, Zomato, Nykaa, dan Paytm tampaknya juga keluar dari rute. Dimana total investasi China secara keseluruhan terbilang biasa-biasa saja. Yakni hanya terdiri sekitar 5% dari USD148 miliar untuk ekuitas swasta atau pendanaan modal ventura India yang ditarik antara 2014 dan 2019.

Dalam lima tahun terakhir, perusahaan-perusahaan China berinvestasi di perusahaan India yang jauh lebih sedikit daripada rival mereka di AS, seperti yang ditunjukkan data dari Tracxn.

Baca Juga: Kirim Peringatan, China Kerahkan Pesawat Pembom ke Perbatasan India

Selain itu, sebagian besar investasi oleh investor China berada di startup yang telah berkembang, telah mengumpulkan dana yang signifikan dan sering sudah menjadi pemimpin pasar. Hal itu menunjukkan bahwa mereka mampu tumbuh dengan atau tanpa pegangan tangan dari China.

Ke depannya, antara kebijakan ketat pemerintah dan seruan untuk #BoycottChina dari publik, startup India diyakini akan ragu untuk merangkul pendanaan China.

"Ketika Anda menggabungkan adanya peningkatan pengawasan, jadwal investasi yang lebih lama dan dalam beberapa kasus, berhubungan dengan basis pelanggan mereka sendiri. Saya pikir adil untuk mengatakan startup India akan melangkah lebih hati-hati untuk beberapa waktu," ujar Rakesh Mohan Joshi, profesor dan ketua di Indian Institute of Foreign Trade.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved