Bos JPMorgan Minta Maaf ke China Usai Dianggap Melecehkan Partai Komunis

Kamis, 25 November 2021 - 15:51 WIB
loading...
A A A
"Saya akan membuat taruhan bahwa kami bertahan lebih lama," katanya dalam acara tersebut. "Saya tidak bisa mengatakan itu di China. Mereka mungkin juga mendengarkan," tambahnya.

Komentar itu memicu reaksi cepat, saat editor surat kabar Global Times, Hu Xijin yang didukung negaranya menulis di Twitter: "Pikirkan jangka panjang! Dan saya yakin BPK (Partai Komunis China) akan bertahan lebih lama dari AS."

Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan pada konferensi pers pada hari Rabu: "Mengapa aksi publisitas dilakukan dengan beberapa pernyataan yang luar biasa?"

Dimon lalu meminta maaf dengan mengatakan: "Saya menyesali komentar saya baru-baru ini karena hal itu hanya sebatas candaan, tidak serius. Saya tidak ingin merendahkan sekelompok orang, apakah itu negara, kepemimpinannya, atau bagian dari masyarakat dan budaya," ucapnya.

Eksekutif perusahaan global biasanya memilih kata-kata mereka dengan hati-hati ketika membahas China, di mana perusahaan asing kadang-kadang menjadi sasaran reaksi atas pendapat yang dilontarkan.

Seperti masalah yang menimpa Bank Swiss UBS pada tahun 2019, setelah pernyataan salah satu ekonom seniornya tentang inflasi bahan makan dan flu babi ditafsirkan sebagai komentar rasis. Dia diskors selama tiga bulan dan UBS kehilangan kontrak keuangan yang menguntungkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Rekomendasi
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved