Kesenjangan Digital Masih Terjadi di Indonesia, Penetrasi Internet Didominasi 2 Daerah

Kamis, 25 November 2021 - 21:03 WIB
Kesenjangan Digital Masih Terjadi di Indonesia, Penetrasi Internet Didominasi 2 Daerah
Jumlah pengguna internet di Indonesia memang terus bertambah setiap tahunnya. Meski begitu, masih ada kesenjangan digital di Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Indonesia (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anang Achmad Latif mengatakan, jumlah pengguna internet di Indonesia memang terus bertambah setiap tahunnya. Meski begitu, masih ada kesenjangan digital dimana tingkat penetrasi internet masih didominasi oleh pengguna dari Pulau Jawa dan Sumatera.

"Untuk itu diperlukan langkah strategis dari pemerintah untuk menutup kesenjangan tersebut. Di sinilah BAKTI hadir di bawah arahan Kemkominfo," ujarnya dalam pembukaan web summit Big Data & AI Technology, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: 200 Juta Pengguna Internet Berpotensi Ciptakan Tsunami Digital

Dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang inklusif hingga ke desa terpencil dan perbatasan, BAKTI Kemkominfo turut mendorong demokrasi data di Indonesia.



Anang menuturkan, akses dan produsen data seharusnya bukan menjadi monopoli masyarakat perkotaan semata. Masyarakat yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, tertinggal serta perbatasan juga harus dijamin keterlibatannya.

"Maka pemerintah melalui BAKTI Kemkominfo berkomitmen mengisi celah pembangunan yang saat ini belum bisa dipenuhi oleh para mitra swasta karena orientasi komersialnya," ungkapnya.

BAKTI Kemkominfo hadir di tiga lapisan infrastruktur telekomunikasi nasional. Mulai dari jaringan tulang punggung atau backbone, menengah yang menghubungkan jaringan inti dengan titik lokal, hingga terakhir yang langsung melayani pelanggan.

Baca Juga: Ahli IT Dorong Akses Internet Merata di Indonesia

Di sektor tulang punggung, BAKTI Kemkominfo telah selesai membangun Palapa ring pada tahun 2019. Infrastruktur jaringan serat optik sepanjang 12.229 KM berupa kabel darat dan sistem komunikasi kabel laut.

"Di tahun 2022 hingga 2023 mendatang BAKTI Kemkominfo akan membangun Palapa Ring integrasi berupa tambahan kabel serat optik sepanjang 12.083 KM yang telah menghubungkan titik interkoneksi Palapa Ring eksisting sehingga tercapai jaringan telekomunikasi yang andal dan resilience," paparnya.

Di segmen menengah, BAKTI Kemkominfo hadir dengan teknologi satelit multifungsi Satria 1 untuk mencapai titik blank spot yang tidak terjangkau oleh kabel serat optik dan infrastruktur lainnya. Di segmen terakhir, BAKTI Kemkominfo telah membangun serta meningkatkan teknologi BTS dari 2G, 3G, ke 4G di 1682 lokasi selama periode 2015 hingga 2020.
(akr)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1139 seconds (10.177#12.26)