Setahun Lebih Tiarap, Tahun Ini Penjualan Mainan Bisa Naik 5 Persen
Jum'at, 03 Desember 2021 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan, selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, kapasitas produksi industri mainan anak hanya bisa berjalan 10% karena tidak ada permintaan yang signifikan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun setelah enam bulan, mulai ada kenaikan order karena perusahaan sudah bisa menjalankan penjualannya secara online, khususnya ke luar negeri.
"Volume produksi sudah mencapai sekitar 75% dari target," imbuhnya.
Winata menuturkan, jenis mainan yang diminati pasar domestik selama pandemi Covid-19 antara lain mainan edukasi dan mainan keluarga. Sementara jenis mainan yang diminati pasar ekspor adalah boneka dan mainan edukasi.
Baca juga: Gabungan 4.000 Pangeran, Kekayaan Keluarga Kerajaan Arab Saudi Kalahkan Orang Terkaya Sejagat
"Karena banyak yang sekolah dari rumah, maka orang tua membeli mainan agar anaknya bisa belajar sambil bermain. Sementara permainan keluarga seperti ular tangga dan monopoli diminati untuk mengisi waktu luang karena selama pandemi harus di rumah," jelasnya.
"Volume produksi sudah mencapai sekitar 75% dari target," imbuhnya.
Winata menuturkan, jenis mainan yang diminati pasar domestik selama pandemi Covid-19 antara lain mainan edukasi dan mainan keluarga. Sementara jenis mainan yang diminati pasar ekspor adalah boneka dan mainan edukasi.
Baca juga: Gabungan 4.000 Pangeran, Kekayaan Keluarga Kerajaan Arab Saudi Kalahkan Orang Terkaya Sejagat
"Karena banyak yang sekolah dari rumah, maka orang tua membeli mainan agar anaknya bisa belajar sambil bermain. Sementara permainan keluarga seperti ular tangga dan monopoli diminati untuk mengisi waktu luang karena selama pandemi harus di rumah," jelasnya.
(uka)
Lihat Juga :