Punya Harta Rp3.475 Triliun, Elon Musk: Kekayaan Saya Bukan Misteri Tergelap
Jum'at, 24 Desember 2021 - 05:55 WIB
loading...
Elon Musk mengatakan, bahwa kekayaan dirinya bukan sesuatu misteri yang tergelap, dimana semuanya transparan. CEO produsen mobil listrik Tesla itu juga mengutarakan, membayar pajak sebagai sesuatu yang sederhana. Foto/Dok
A
A
A
CALIFORNIA - Menanggapi serangan politik terhadap kekayaan dan kewajibannya membayar pajak, Elon Musk mengatakan, bahwa kekayaan dirinya bukan sesuatu misteri yang tergelap. Dimana semuanya terang dia, dapat dilihat secara transparan. CEO produsen mobil listrik Tesla itu juga mengutarakan, membayar pajak sebagai sesuatu yang sederhana, Ia berucap bisa melakukannya sendiri dalam beberapa jam.
Dalam sebuah wawancara dengan The Babylon Bee, sebuah situs satir konservatif, orang terkaya di dunia itu mengatakan kekayaannya yang tercatat lebih dari USD245 miliar setara Rp3.475 triliun (Kurs Rp14.185/USD)sepenuhnya transparan dan tidak disimpan dalam rekening luar negeri atau perusahaan pajak untuk menghindari kewajibannya.
Baca Juga: Elon Musk: Saya Akan Bayar Pajak Lebih Banyak dari Orang Amerika Manapun
Awal bulan ini, Senator Elizabeth Warren, D-Mass., lewat Tweeted-nya menuliskan bahwa Musk "membebaskan orang lain," karena dia tidak membayar pajak penghasilan federal pada tahun 2018.
"Saya tidak memiliki rekening luar negeri, tidak ada juga di negara surga pajak," kata Musk dalam wawancara.
Ketika ditanya apakah H&R Block dapat membayar pajaknya, dia berkata: "H&R Block dapat dengan mudah membayarkan pajak saya. Saya tidak perlu H&R Block, saya bisa melakukannya. Ini akan memakan waktu beberapa jam. Pajak saya sangat sederhana," ucap Musk.
Musk diperkirakan akan membayar apa yang diramalkan menjadi pajak pribadi terbesar sepanjang sejarah AS, dengan pajak penghasilan federal dan California diperkirakan mencapai USD11 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp156,03 triliun. Dia diharuskan membayar pajak usai menerima kompensasi lebih dari USD23 miliar, dibayar dalam bentuk opsi saham yang seharusnya berakhir pada bulan Agustus.
Dalam sebuah wawancara dengan The Babylon Bee, sebuah situs satir konservatif, orang terkaya di dunia itu mengatakan kekayaannya yang tercatat lebih dari USD245 miliar setara Rp3.475 triliun (Kurs Rp14.185/USD)sepenuhnya transparan dan tidak disimpan dalam rekening luar negeri atau perusahaan pajak untuk menghindari kewajibannya.
Baca Juga: Elon Musk: Saya Akan Bayar Pajak Lebih Banyak dari Orang Amerika Manapun
Awal bulan ini, Senator Elizabeth Warren, D-Mass., lewat Tweeted-nya menuliskan bahwa Musk "membebaskan orang lain," karena dia tidak membayar pajak penghasilan federal pada tahun 2018.
"Saya tidak memiliki rekening luar negeri, tidak ada juga di negara surga pajak," kata Musk dalam wawancara.
Ketika ditanya apakah H&R Block dapat membayar pajaknya, dia berkata: "H&R Block dapat dengan mudah membayarkan pajak saya. Saya tidak perlu H&R Block, saya bisa melakukannya. Ini akan memakan waktu beberapa jam. Pajak saya sangat sederhana," ucap Musk.
Musk diperkirakan akan membayar apa yang diramalkan menjadi pajak pribadi terbesar sepanjang sejarah AS, dengan pajak penghasilan federal dan California diperkirakan mencapai USD11 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp156,03 triliun. Dia diharuskan membayar pajak usai menerima kompensasi lebih dari USD23 miliar, dibayar dalam bentuk opsi saham yang seharusnya berakhir pada bulan Agustus.
Lihat Juga :