Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,2% di 2022
Selasa, 28 Desember 2021 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
"Karena itu dari beberapa hal terkait dengan kondisi makro dan ketahanan eksternal, kita sangat optimistis di 2022 itu akan jauh kebih baik dari 2021," ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Selasa (28/12/2021).
Menurut Susiwijono, pemerintah akan menggunakan strategi pemulihan ekonomi yang sama dengan tahun sebelumnya. Sebab, strategi tersebut dianggap berhasil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada beberapa kuartal di tahun 2021. Misalnya di kuartal II/2021 yang berhasil tumbuh 7,07% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca juga: Menakar Efek Omicron ke Ekonomi Nasional, Harus Tetap Waspada!
"Kita masih menggunakan strategi yang sama dalam hal pemulihan ekonomi, misalnya penggunaan APBN sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi sehingga pengganggaran PEN akan kita lanjutkan di tahun 2022," paparnya.
Meski demikian, optimisme tersebut dengan catatan jika kondisi pandemi Covid-19 tidak memburuk dan tidak menyebabkan gelombang baru yang membuat aktivitas masyarakat harus kembali dibatasi. "Kalau kita lihat, kita masih dihadapkan oleh potensi risiko dari penyebaran varian baru Covid-19," tukasnya.
Menurut Susiwijono, pemerintah akan menggunakan strategi pemulihan ekonomi yang sama dengan tahun sebelumnya. Sebab, strategi tersebut dianggap berhasil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada beberapa kuartal di tahun 2021. Misalnya di kuartal II/2021 yang berhasil tumbuh 7,07% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca juga: Menakar Efek Omicron ke Ekonomi Nasional, Harus Tetap Waspada!
"Kita masih menggunakan strategi yang sama dalam hal pemulihan ekonomi, misalnya penggunaan APBN sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi sehingga pengganggaran PEN akan kita lanjutkan di tahun 2022," paparnya.
Meski demikian, optimisme tersebut dengan catatan jika kondisi pandemi Covid-19 tidak memburuk dan tidak menyebabkan gelombang baru yang membuat aktivitas masyarakat harus kembali dibatasi. "Kalau kita lihat, kita masih dihadapkan oleh potensi risiko dari penyebaran varian baru Covid-19," tukasnya.
(ind)
Lihat Juga :