Soal Krisis Batu Bara, Erick Thohir Sudah Ingatkan sejak Tahun Lalu
Kamis, 06 Januari 2022 - 14:57 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sudah mewanti-wanti kelangkaan batubara dan liquefied natural gas (LNG) sejak 2021. Dia mengaku, telah memimpin rapat khusus guna membahas potensi krisis sejak awal 2021. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut sudah mewanti-wanti kelangkaan batu bara dan liquefied natural gas (LNG) sejak 2021. Dia mengaku, telah memimpin rapat khusus guna membahas potensi krisis dan upaya mitigasi yang dilakukan.
Menurutnya, sejak 2021 lalu saat fenomena La Nina yang menyebabkan banjir dimana-mana dan berdampak pada tingkat produksi batu bara hingga pengiriman yang terhambat, membuat pemerintah mengantisipasi krisis sumber daya primer tersebut.
"Saya sendiri sudah memimpin rapat ini Januari 2021 ketika ada kekurangan sumber daya alam (SDA) yang dibutuhkan untuk listrik. Kala itu ada La Nina, banjir dimana-mana, produksi menurun, pengiriman terhambat. Siklus itu sesuatu yang wajar kita harus antisipasi," ujar Erick Thohir kepada wartawan di kantor Kementerian BUMN, Kamis (6/1/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Copot Direktur Energi Primer PLN di Tengah Krisis Batu Bara dan LNG
Dia mencatat, akan menjadi kesalahan besar bila Indonesia tak memiliki rencana guna menjaga pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Menteri Erick juga mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pentingnya tanggung jawab bersama dalam pembangunan ekonomi. Salah satunya, dengan memanfaatkan batu bara di tanah air.
Erick sendiri sudah meminta kepada direksi perseroan negara di sektor energi dan kelistrikan tidak mengedepankan ego sektoral. Dia mengaku dirinya telah menghubungi direksi PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, dan PT PLN (Persero) untuk memastikan adanya kerja sama yang berkesinambungan dalam mengatasi kelangkaan sumber daya tersebut.
Menurutnya, sejak 2021 lalu saat fenomena La Nina yang menyebabkan banjir dimana-mana dan berdampak pada tingkat produksi batu bara hingga pengiriman yang terhambat, membuat pemerintah mengantisipasi krisis sumber daya primer tersebut.
"Saya sendiri sudah memimpin rapat ini Januari 2021 ketika ada kekurangan sumber daya alam (SDA) yang dibutuhkan untuk listrik. Kala itu ada La Nina, banjir dimana-mana, produksi menurun, pengiriman terhambat. Siklus itu sesuatu yang wajar kita harus antisipasi," ujar Erick Thohir kepada wartawan di kantor Kementerian BUMN, Kamis (6/1/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Copot Direktur Energi Primer PLN di Tengah Krisis Batu Bara dan LNG
Dia mencatat, akan menjadi kesalahan besar bila Indonesia tak memiliki rencana guna menjaga pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Menteri Erick juga mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pentingnya tanggung jawab bersama dalam pembangunan ekonomi. Salah satunya, dengan memanfaatkan batu bara di tanah air.
Erick sendiri sudah meminta kepada direksi perseroan negara di sektor energi dan kelistrikan tidak mengedepankan ego sektoral. Dia mengaku dirinya telah menghubungi direksi PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, dan PT PLN (Persero) untuk memastikan adanya kerja sama yang berkesinambungan dalam mengatasi kelangkaan sumber daya tersebut.
Lihat Juga :