Ironis! Kaya Bahan Baku, Industri Herbal Indonesia Tak Berkembang
Minggu, 23 Januari 2022 - 07:35 WIB
loading...
Indonesia kaya akan bahan baku obat herbal. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Industri farmasi di Indonesia masih kesulitan mengembangkan obat-obatan berbahan baku tanaman dan tumbuhan atau herbal . Padahal, Indonesia memiliki kekayaan bahan baku yang melimpah.
Baca juga: 6 Obat Herbal Penurun Kolesterol Jahat, Nomor 3 Banyak Ditanam di Halaman Rumah
Akibatnya, produksi obat-obatan herbal untuk berbagai penyakit di Indonesia masih sangat minim. Salah satu penyebab utama sulitnya pengembangan obat-obatan herbal di Indonesia akibat belum adanya titik temu antara lembaga farmasi dalam hal ini perguruan tinggi dengan industri.
"Tidak ada titik temu. Perguruan tinggi mikirnya A, perusahaan mikirnya B. Padahal, harusnya dipertemukan, ini yang laku dijualnya apa dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Adang Firmansyah, Ketua Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI), di Bandung, Sabtu (22/1/2022).
Lanjut Adang, dunia akademik tengah berupaya mencari titik temu dan kesepahaman dengan industri. Sehingga, penelitian, termasuk produksi obat-obatan herbal di Indonesia bisa berkembang pesat karena ada pasar yang merespons.
"Perusahaan tidak ada yang mau karena tidak ada permintaan pasarnya. Jadi, percuma kalau membuat obat (herbal), tapi tidak ada pasar (pembeli)," katanya.
Baca juga: 6 Obat Herbal Penurun Kolesterol Jahat, Nomor 3 Banyak Ditanam di Halaman Rumah
Akibatnya, produksi obat-obatan herbal untuk berbagai penyakit di Indonesia masih sangat minim. Salah satu penyebab utama sulitnya pengembangan obat-obatan herbal di Indonesia akibat belum adanya titik temu antara lembaga farmasi dalam hal ini perguruan tinggi dengan industri.
"Tidak ada titik temu. Perguruan tinggi mikirnya A, perusahaan mikirnya B. Padahal, harusnya dipertemukan, ini yang laku dijualnya apa dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Adang Firmansyah, Ketua Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI), di Bandung, Sabtu (22/1/2022).
Lanjut Adang, dunia akademik tengah berupaya mencari titik temu dan kesepahaman dengan industri. Sehingga, penelitian, termasuk produksi obat-obatan herbal di Indonesia bisa berkembang pesat karena ada pasar yang merespons.
"Perusahaan tidak ada yang mau karena tidak ada permintaan pasarnya. Jadi, percuma kalau membuat obat (herbal), tapi tidak ada pasar (pembeli)," katanya.
Lihat Juga :