Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik, Indonesia Terima Investasi Rp114 Triliun

Minggu, 23 Januari 2022 - 18:35 WIB
loading...
Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik, Indonesia Terima Investasi Rp114 Triliun
Indonesia terus membangun ekosistem kendaraan listrik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kerja sama antara Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk, yang membangun ekosistem kendaraan listrik akan memberikan multiplier effects kepada UMKM dan perusahaan lokal di Indonesia.

Baca juga: Kementerian ESDM Targetkan 13 Juta Motor Listrik Mengaspal di 2030

Kerja sama ketiga entitas itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ihwal investasi pengembangan ekosistem energi baru berkelanjutan melalui investasi baterai listrik, kendaraan listrik, dan industri pendukungnya dengan skema kerja sama build-operate-localize (BOL).

“Skema ini tidak hanya membawa investasi dan multiplier effects kepada UMKM dan perusahaan lokal, namun juga akan meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia dengan adanya riset dan pengembangan (R&D) serta transfer pengetahuan dan teknologi kendaraan listrik,” ujar Erick dikutip Minggu (23/1/2022).

Tak hanya itu, kolaborasi investasi itu pun akan mendukung komitmen Pemerintah Indonesia pada Glasgow Climate Pact, yang ditandatangani pada 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) tahun lalu. Indonesia sendiri berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon di tahun 2060 dan meninggalkan penggunaan batu bara sebagai sumber energi pada 2040.

Melalui nota kesepahaman, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang komprehensif di Indonesia, mulai dari pembuatan baterai listrik (termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai), hingga ke pengembangan industri kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua, dan bus listrik (E-Bus).





Lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange/swap station, battery daur ulang, serta riset dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV.

Perkiraan nilai total investasi dalam proyek-proyek tersebut oleh seluruh mitra usaha diperkirakan akan mencapai USD8 miliar atau sekitar Rp114 triliun. Keseluruhan proyek diperkirakan akan menghasilkan kapitalisasi pasar dengan nilai total lebih dari USD100 miliar atau Rp1.425 triliun di Indonesia pada tahun 2030.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 1.8177 seconds (11.210#12.26)