Brasil Batalkan Rencana Mata Uang BRICS, Fokus Pembayaran Lokal
Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:10 WIB
loading...
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping, Presiden Afsel Cyril Ramaphosa, PM India Narendra Modi, dan Menteri LN Rusia Sergey Lavrov berfoto bersama di KTT BRICS di Johannesburg, Afsel, Rabu (23/8/2023) FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Brasil memutuskan untuk membatalkan rencana pengembangan mata uang bersama BRICS selama masa kepresidenannya di blok tersebut tahun ini. Alih-alih melanjutkan rencana tersebut, Brasil akan lebih memfokuskan memfasilitasi perdagangan antarnegara menggunakan mata uang lokal.
Keputusan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang menantang dominasi dolar AS yang masih sangat kuat di pasar global. Beberapa pejabat pemerintah Brasil yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada Reuters bahwa rencana untuk mata uang bersama BRICS tidak berkembang lebih jauh dari sekadar wacana politik dan belum memasuki pembahasan teknis.
Sebagai gantinya, negara-negara anggota BRICS akan berkonsentrasi pada reformasi sistem pembayaran internasional untuk memudahkan transaksi menggunakan mata uang negara masing-masing. Presiden Brasil, Luiz InĂ¡cio Lula da Silva, yang selama ini vokal mendukung pengurangan ketergantungan pada dolar AS, menekankan perlunya mencari alternatif mata uang dalam perdagangan internasional.
Pada KTT BRICS 2023 di Afrika Selatan, Lula mengungkapkan keprihatinannya atas kerentanannya negara-negara anggota yang terlalu bergantung pada dominasi dolar. Pada kesempatan tersebut, ia mengusulkan untuk mengeksplorasi kemungkinan sistem pembayaran yang lebih fleksibel dan independen dari dolar AS.
Mengikuti langkah tersebut, Mantan Presiden Dilma Rousseff, yang kini menjabat sebagai Kepala Bank Pembangunan Baru BRICS di Shanghai menyatakan lembaga pemberi pinjaman BRICS akan memprioritaskan penggunaan mata uang lokal dalam investasi di sektor swasta negara-negara anggota.
Namun, Presiden AS Donald Trump tidak setuju dengan rencana tersebut. Trump baru-baru ini mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% pada negara-negara BRICS jika mereka melanjutkan upaya untuk menggantikan dolar AS dalam perdagangan internasional.
Keputusan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang menantang dominasi dolar AS yang masih sangat kuat di pasar global. Beberapa pejabat pemerintah Brasil yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada Reuters bahwa rencana untuk mata uang bersama BRICS tidak berkembang lebih jauh dari sekadar wacana politik dan belum memasuki pembahasan teknis.
Sebagai gantinya, negara-negara anggota BRICS akan berkonsentrasi pada reformasi sistem pembayaran internasional untuk memudahkan transaksi menggunakan mata uang negara masing-masing. Presiden Brasil, Luiz InĂ¡cio Lula da Silva, yang selama ini vokal mendukung pengurangan ketergantungan pada dolar AS, menekankan perlunya mencari alternatif mata uang dalam perdagangan internasional.
Pada KTT BRICS 2023 di Afrika Selatan, Lula mengungkapkan keprihatinannya atas kerentanannya negara-negara anggota yang terlalu bergantung pada dominasi dolar. Pada kesempatan tersebut, ia mengusulkan untuk mengeksplorasi kemungkinan sistem pembayaran yang lebih fleksibel dan independen dari dolar AS.
Mengikuti langkah tersebut, Mantan Presiden Dilma Rousseff, yang kini menjabat sebagai Kepala Bank Pembangunan Baru BRICS di Shanghai menyatakan lembaga pemberi pinjaman BRICS akan memprioritaskan penggunaan mata uang lokal dalam investasi di sektor swasta negara-negara anggota.
Namun, Presiden AS Donald Trump tidak setuju dengan rencana tersebut. Trump baru-baru ini mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% pada negara-negara BRICS jika mereka melanjutkan upaya untuk menggantikan dolar AS dalam perdagangan internasional.
Lihat Juga :