Wamenkeu Ajak Pengusaha Muda Berutang, Begini Alasannya
Selasa, 25 Januari 2022 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Ia menyuarakan, optimistis bahwa di tahun 2022 pertumbuhan kredit bisa lebih tinggi dibanding tahun 2020. Menurutnya jika pertumbuhan kredit kembali negatif, berarti tidak akan terjadi ekspansi yang dilakukan dunia usaha.
“Kita ingin dunia usaha melakukan ekspansi sumber ya dari credit growth. Credit growth-nya udah mulai muncul, moga-moga ke depan teman-teman pengusaha muda makin yakin dengan pemulihan ekonomi kita. Tambah lagi ekspansi dunia usaha ini yang menjadi sumber pertumbuhan,” imbuhnya.
Baca Juga: Disentil Soal Utang Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani: Nggak Lihat Apa Manfaatnya Banget!
Maka dari itu sambung dia, pemerintah akan tetap mendukung dunia usaha di masa pandemi COVID-19 ini. "Saya yakin di sisi lain, dunia usaha sudah memanfaatkan berbagai relaksasi yang diberikan pemerintah, seperti relaksasi pajak, pengurangan pajak, percepatan pembayaran pajak, hingga PPN restitusinya dipercepat," pungkas Suahasil.
“Kita ingin dunia usaha melakukan ekspansi sumber ya dari credit growth. Credit growth-nya udah mulai muncul, moga-moga ke depan teman-teman pengusaha muda makin yakin dengan pemulihan ekonomi kita. Tambah lagi ekspansi dunia usaha ini yang menjadi sumber pertumbuhan,” imbuhnya.
Baca Juga: Disentil Soal Utang Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani: Nggak Lihat Apa Manfaatnya Banget!
Maka dari itu sambung dia, pemerintah akan tetap mendukung dunia usaha di masa pandemi COVID-19 ini. "Saya yakin di sisi lain, dunia usaha sudah memanfaatkan berbagai relaksasi yang diberikan pemerintah, seperti relaksasi pajak, pengurangan pajak, percepatan pembayaran pajak, hingga PPN restitusinya dipercepat," pungkas Suahasil.
(akr)
Lihat Juga :