Harga Minyak Tergelincir Pasca-Pertemuan OPEC Plus Sekutunya

Kamis, 03 Februari 2022 - 10:51 WIB
loading...
Harga Minyak Tergelincir Pasca-Pertemuan OPEC Plus Sekutunya
Harga minyak tertekan data tenaga kerja AS. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi pada perdagangan Kamis pagi (3/2/2022), menyusul aksi ambil untung investor di tengah pasokan yang ketat di tingkat global.

Baca juga: Dibayangi Ancaman Perang Rusia-Ukraina, Harga Minyak Tembus USD90/Barel

Penurunan ini terjadi setelah pertemuan produsen yang tergabung dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) membahas kebijakan untuk meningkatkan persediaan.

Data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah juga memicu harga minyak mentah Brent turun 0,27%, menjadi USD89,07 per barel hingga pukul 09:43 WIB, setelah sempat naik di sesi sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate AS juga anjlok 0,61%, menjadi USD87,72 per barel, berbalik arah dibanding kemarin.

"Penurunan pagi ini mungkin akibat dari angka pekerjaan sektor swasta AS yang sangat rendah semalam, tetapi kami percaya tekanan pasokan dapat mendorong harga minyak lebih tinggi sepanjang tahun ini," kata Ekonom OCBC di Singapura, Howie Lee, dilansir Reuters, Kamis (3/2/2022).



Seperti diketahui, data tenaga kerja AS sektor swasta AS merosot untuk pertama kalinya dalam satu tahun terakhir. Selain itu, hasil pertemuan OPEC+ Rabu kemarin (2/2/2022) menyepakati untuk tetap mempertahankan produksi secara bertahap, alias moderat sebanyak 400.000 barel per hari (bph).

Di tengah pasokan global yang ketat dan ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah, harga minyak diketahui telah melonjak sekitar 15% sepanjang tahun ini.

Selama sepekan terakhir, patokan minyak mentah juga pernah menyentuh level tertingginya sejak Oktober 2014, saat minyak mentah AS naik hingga USD89,72 dan Brent menyentuh USD91,70.

Baca juga: 5 Kota Terpadat di Dunia, Nomor 1 Termasuk Pusat Keuangan Global

"Hari ini kami belum melihat ada katalis baru yang dapat mendorong harganya naik ke level tertinggi," kata analis pasar senior di OANDA, Edward Moya.
(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1339 seconds (10.177#12.26)