Awali Era Industri Tanaman Hias, Harga Monstera Kini Terjun Bebas
Kamis, 03 Februari 2022 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Baginya, harga yang mencapai puluhan hingga ratusan juta itu sudah mengusik batinnya. Apalagi, tujuan Minaqu juga ingin agar tanaman hias menjadi terjangkau bagi semua orang. Perbanyakan dengan cara kultur jaringan mendorong market size yang lebih besar lagi.
Minaqu menyiapkan suplai sekira 1 juta tanaman Monstera albo. Sekira 300 ribu di antaranya telah mendapatkan pemilik, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, Minaqu juga secara terbuka kepada petani tanaman hias yang ingin menjualnya kembali. Tentu saja, penjualan dengan harga murah namun tetap memberikan keuntungan bagi mereka.
Baca Juga: Menyita Perhatian Pecinta Tanaman Hias, Plan the Plants Juarai Kontes Bergengsi
Ia berpendapat, lonjakan harga tanaman hias sangat dipengaruhi oleh supply dan demand yang tidak seimbang. Untuk mengejar demand yang tinggi, mereka mencoba mengejar supply itu. Caranya, memperbanyak supply tanaman hias melalui cara yang tidak konvensional.
"Kualitas kultur jaringan itu tidak akan kalah dengan tanaman yang diproduksi secara konvensional. Karena pada prinsipnya, tanaman kultur jaringan itu kan sama-sama, tapi diperbanyak lagi di dalam laboratorium," jelas Ade.
Minaqu menyiapkan suplai sekira 1 juta tanaman Monstera albo. Sekira 300 ribu di antaranya telah mendapatkan pemilik, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, Minaqu juga secara terbuka kepada petani tanaman hias yang ingin menjualnya kembali. Tentu saja, penjualan dengan harga murah namun tetap memberikan keuntungan bagi mereka.
Baca Juga: Menyita Perhatian Pecinta Tanaman Hias, Plan the Plants Juarai Kontes Bergengsi
Ia berpendapat, lonjakan harga tanaman hias sangat dipengaruhi oleh supply dan demand yang tidak seimbang. Untuk mengejar demand yang tinggi, mereka mencoba mengejar supply itu. Caranya, memperbanyak supply tanaman hias melalui cara yang tidak konvensional.
"Kualitas kultur jaringan itu tidak akan kalah dengan tanaman yang diproduksi secara konvensional. Karena pada prinsipnya, tanaman kultur jaringan itu kan sama-sama, tapi diperbanyak lagi di dalam laboratorium," jelas Ade.
Lihat Juga :