Gelar Rakerda, PHRI Harap Hotel, Restoran dan UMKM Bangkit
Minggu, 06 Februari 2022 - 12:33 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat menghadiri Rakerda PHRI Sulsel. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III di Phinisi 2 Ballroom Claro Makassar, Sabtu (5/2). Agenda tersebut merupakan rangkaian dari perayaan hari jadi yang ke-53 tahun PHRI Sulsel.
Rakerda III turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi SulselProf Muhammad Djufri dan Sekjen BPP PHRI Maulana Yusran.
Baca Juga: PHRI Sulsel Puji Kinerja Andi Sudirman Bangun Infrastruktur Pariwisata
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengungkapkan hotel dan restoran diharapkan dapat kembali tumbuh setelah dua tahun dihantam pandemi. Karena hotel dan restoran turut berdampak sistemik pada pertumbuhan usaha kecil.
"Semua usaha bisa bergerak dan tumbuh jika okupansi hotel naik. Beberapa contohnya adalah pedagang sayur, pedagang ikan, pedagang oleh-oleh dan sebagainya. Pedagang sayur misalnya dapat tumbuh karena di hotel membutuhkan sayur untuk di hidangkan. Dengan bertumbuhnya hotel, maka pemerintah juga dapat menarik pajak lebih banyak," paparAnggiat.
Lanjut Anggiat, berbagai sendi-sendi usaha mampu tumbuh dengan bergeliatnya hotel dan restoran. Sehingga dia berharap, pemerintah memberikan atensi khusus untuk membantu meningkatkan okupansi atau tingkat hunian hotel.
"Kami berharap pemerintah memberikan bantuan. Apakah misalnya memungkinkan pemerintah bisa fokus melakukan bisnis to bisnis dengan maskapai penerbangan yang belakangan semakin menurun jumlahnya. Karena semakin besar penerbangan, maka makin banyak pula okupansi," jelas General Manager Hotel Claro Makassar itu.
Rakerda III turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi SulselProf Muhammad Djufri dan Sekjen BPP PHRI Maulana Yusran.
Baca Juga: PHRI Sulsel Puji Kinerja Andi Sudirman Bangun Infrastruktur Pariwisata
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengungkapkan hotel dan restoran diharapkan dapat kembali tumbuh setelah dua tahun dihantam pandemi. Karena hotel dan restoran turut berdampak sistemik pada pertumbuhan usaha kecil.
"Semua usaha bisa bergerak dan tumbuh jika okupansi hotel naik. Beberapa contohnya adalah pedagang sayur, pedagang ikan, pedagang oleh-oleh dan sebagainya. Pedagang sayur misalnya dapat tumbuh karena di hotel membutuhkan sayur untuk di hidangkan. Dengan bertumbuhnya hotel, maka pemerintah juga dapat menarik pajak lebih banyak," paparAnggiat.
Lanjut Anggiat, berbagai sendi-sendi usaha mampu tumbuh dengan bergeliatnya hotel dan restoran. Sehingga dia berharap, pemerintah memberikan atensi khusus untuk membantu meningkatkan okupansi atau tingkat hunian hotel.
"Kami berharap pemerintah memberikan bantuan. Apakah misalnya memungkinkan pemerintah bisa fokus melakukan bisnis to bisnis dengan maskapai penerbangan yang belakangan semakin menurun jumlahnya. Karena semakin besar penerbangan, maka makin banyak pula okupansi," jelas General Manager Hotel Claro Makassar itu.
Lihat Juga :