4 Negara yang Tidak Ada Pajak Penghasilan, Kok Bisa?

Senin, 07 Februari 2022 - 18:14 WIB
loading...
A A A
Kepulauan Bahama dengan keindahan pantainya yang menakjubkan dan ekonomi yang terus berkembang menjadikannya salah satu negara paling layak huni tanpa pajak penghasilan.

Mendirikan tempat tinggal kedua di sana juga tidak terlalu sulit selama Anda memiliki uang. Anda bisa mendapatkan izin tinggal sementara dengan membayar USD1.000 di kantor imigrasi, dan dapat diperpanjang setiap tahunnya. Sementara jika Anda ingin tinggal di sana dalam jangka waktu panjang, Anda harus membeli setidaknya USD250.000 properti untuk mendapatkan tempat tinggal permanen.

4. Andorra

Andorra menjadi negara kedua yang termasuk dalam negara yang tidak ada pajak penghasilan. Andorra merupakan sebuah negara yang terletak di pegunungan Pyrenees antara Spanyol dan Prancis. Lokasi pegunungan Andorra menjadikannya tempat yang indah bagi para pemain ski dan pendaki gunung.

Andorra awalnya terkenal sebagai negara surga yang tidak menarik pajak penghasilan pribadi. Sampai pada 2015, hal tersebut berubah ketika negara mengenakan tarif pajak yang dibatasi 10% per individu yang menghasilkan lebih dari 40.000 euro setiap tahunnya.

Baca: 7 Fakta di Balik Rencana Pemindahan Makam Vanessa Angel

Namun, jika dibandingkan dengan negara lain, tarif pajak di Andorra termasuk cukup rendah sehingga jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Rekomendasi
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved