7 Perusahaan Raksasa Terdampak Perang Ukraina-Rusia, Nomor 4 Ada Hubungan dengan Indonesia

Rabu, 23 Februari 2022 - 07:57 WIB
loading...
A A A
Mohawk Industries adalah produsen lantai asal Amerika yang berbasis di Calhoun, Georgia, Amerika Serikat. Mohawk memproduksi produk penutup lantai untuk aplikasi perumahan dan komersial di Amerika Utara dan aplikasi perumahan di Eropa.

Portofolio manufaktur perusahaan terdiri dari produk lantai lunak (karpet), produk lantai keras (ubin keramik dan porselen, batu alam dan lantai kayu keras), laminate flooring, lembaran vinil dan ubin vinil mewah.

Perusahaan ini mempekerjakan 37.800 dalam operasi di Australia, Brasil, Kanada, Eropa, India, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Rusia dan Amerika Serikat. Diterangkan, 4,3% penjualan Mohawk Industries berasal dari Rusia dan Ukraina

7. McDonald's (MCD)

Selanjutnya siapa yang tidak kenal McDonald's (MCD), perusahaan makanan cepat saji Amerika. Diketahui rantai restoran terbesar di dunia berdasarkan pendapatan itu, 4,2% penjualan mereka berasal dari Rusia dan Ukraina.

Seperti diketahui Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pengerahan pasukan Rusia ke dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina. Langkah itu dilihat oleh Barat sebagai provokasi setelah Putin mengakui kemerdekaan mereka.

Baca Juga: Krisis Ukraina-Rusia Buat Investor Gelisah, Wall Street Ditutup Koreksi

Sementara itu Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson meluncurkan paket sanksi terhadap Rusia pada Selasa pagi. Presiden AS Joe Biden akan menjatuhkan sanksi baru pada perdagangan dan pembiayaan di dua wilayah yang diakui oleh Putin, seperti dilaporkan CNN.

"Peristiwa ini adalah belokan yang jauh lebih mengkhawatirkan dan pergeseran pandangan yang jauh lebih tahan lama dari perspektif kami. Sepanjang minggu lalu, kami cenderung berpikir situasinya tetap tidak pasti secara fundamental dan bahwa berita utama yang bergeser pada akhirnya tidak mengubah pandangan terlalu banyak," kata ahli strategi EvercoreISI, Tobin Marcus.

"Tetapi kami sekarang berada di dunia yang berbeda, dengan pertanyaan kunci adalah seberapa buruk hal-hal yang akan terjadi selanjutnya," sambung Tobin.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Urals Rusia Cetak Rekor Tertinggi sejak 2023
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Rekomendasi
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved