Rusia Ukraina Membara, Harga Minyak Mentah Bergolak di Level USD101 per Barel

Jum'at, 25 Februari 2022 - 13:44 WIB
loading...
Rusia Ukraina Membara,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah atau crude oil terus menguat dan mencetak rekor baru pada perdagangan Jumat (25/2/2022) siang. Kenaikan harga dipicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan global menyusul sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia sebagai eksportir terbesar minyak.

Berdasarkan data New York Mercantile Exchange (NYMEX) hingga pukul 12:48 WIB, minyak mentah Brent kontrak April 2022 naik 2,05%, menjadi USD101,11 per barel, setelah sempat melonjak hingga USD101,89 per barel. Harga Brent kontrak Mei naik 2,35% di USD97,66 per barel.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bulan April melesat 1,93% menjadi USD94,59 per barel. Sedangkan WTI kontrak Mei sebesar USD92,73 per barel.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melambung Imbas Perang Rusia-Ukraina, Kementerian ESDM Mulai Ketar-ketir

Ketegangan politik di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina membuat pasar komoditas minyak mendidih, ditambah sanksi terbaru AS terhadap Rusia.

Serangan di Ukraina menyebabkan harga melonjak menjadi lebih dari USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2014 pada Kamis (24/2) kemarin. Brent pun sempat menyentuh USD105 per barel, sebelum kemudian tertekan aksi jual pada penutupan perdagangan.

Serangan bertubi-tubi Rusia di wilayah darat, laut dan udara Ukraina adalah serangan terbesar yang pernah terjadi di negara Eropa sejak Perang Dunia II. Krisis ini mendorong puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka.

"Pembeli di Asia jelas gugup hingga akhir pekan ini. Sentimen ini tentu akan membuat minyak bisa melanjutkan harga lebih tinggi sekali lagi, dibantu oleh ledakan di Kiev," kata analis senior OANDA, Jeffrey Halley, dilansir Reuters.

Baca juga: Menlu Ukraina: Serangan Mengerikan Roket Rusia Hujani Kiev

Jeffrey menilai situasi di Ukraina akan membuat harga minyak tetap tinggi di tengah kekhawatiran pasokan yang terbatas dan belum jelasnya hasil perundingan nuklir AS dan Iran.

"Saya percaya minyak mentah Brent sekarang akan diperdagangkan dalam kisaran USD90-110 selama beberapa minggu ke depan," bebernya.

Seperti diketahui, presiden AS Joe Biden memukul Rusia dengan sejumlah sanksi pada Kamis (24/2). Langkah ini akan menghambat Rusia dalam menjalankan bisnis mereka, termasuk sanksi memblokir lima bank besar Rusia atas akses mereka ke mata uang asing.



Inggris, Jepang, Kanada, Australia dan Uni Eropa juga meluncurkan lebih banyak sanksi terhadap Moskow, menyusul langkah Jerman yang menghentikan pipa gas senilai USD11 miliar dari Rusia.

"Pasar minyak sangat rentan terhadap sentimen pasokan mengingat stok minyak global berada di posisi yang rendah selama tujuh tahun terakhir," kata Analis Commonwealth Bank Vivek Dhar dalam sebuah catatan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Rekomendasi
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved