Fenomena Tingwe, Lahir sebagai Perlawanan Kebijakan Cukai yang Eksesif
Sabtu, 05 Maret 2022 - 16:00 WIB
loading...
Anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengunjungi Festival Tembakau Nusantara 2022, di Jakarta, Sabtu (5/3/2022). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tingweatau linting dewe sedang menjadi fenomena, setidaknya selama dua atau tiga tahun terakhir. Kenaikan tarif cukai rokok yang eksesif membuatnya menjadi solusi terbaik untuk tetap bisa ngebul.
Anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo berpendapat, maraknyafenomena tingwesaat ini juga dilatari oleh kondisi terpuruknya ekonomi, cari uang sulit, pendapatan tidak menentu, pemerintah menaikkan cukai rokok akhirnya harga rokok naik. Jika dikalkulasi dengan pendapatan dan keuangan yang masuk dirasa sangat berat untuk beli rokok dengan harga sekarang. Sehingga banyak yang memutuskan beralih tingwe.
"Jadi saat ini, tingwe adalah simbol perlawanan masyarakat terhadap pemerintah dengan kebijakan yang tidak pro budaya rakyat dan terkesan semena-mena. Lambat laun, menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri," tegas Firman Soebagyo di sela Festival Tembakau Nusantara 2022 bertajuk Tembakau Penyangga Perekonomian dan Solusi Rakyat Sejahtera yang digelar oleh Komunitas Tingwe Tembakau Indonesia (KTTI), di Jakarta, Sabtu (5/3/2022).
Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bakal Suburkan Rokok Ilegal
Menurut dia tingwe adalah bukti bahwa merokok adalah budaya. Tidak bisa serta merta pemerintah menghentikan aktivitas merokok, sekalipun harga rokok dinaikkan. Artinya pemerintah menaikkan cukai dengan tujuan menghentikan aktivitas merokok dan pengendalian tembakau tidak terbukti korelasinya. Masyarakat justru melawan dengan beralih tingwe.
Anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo berpendapat, maraknyafenomena tingwesaat ini juga dilatari oleh kondisi terpuruknya ekonomi, cari uang sulit, pendapatan tidak menentu, pemerintah menaikkan cukai rokok akhirnya harga rokok naik. Jika dikalkulasi dengan pendapatan dan keuangan yang masuk dirasa sangat berat untuk beli rokok dengan harga sekarang. Sehingga banyak yang memutuskan beralih tingwe.
"Jadi saat ini, tingwe adalah simbol perlawanan masyarakat terhadap pemerintah dengan kebijakan yang tidak pro budaya rakyat dan terkesan semena-mena. Lambat laun, menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri," tegas Firman Soebagyo di sela Festival Tembakau Nusantara 2022 bertajuk Tembakau Penyangga Perekonomian dan Solusi Rakyat Sejahtera yang digelar oleh Komunitas Tingwe Tembakau Indonesia (KTTI), di Jakarta, Sabtu (5/3/2022).
Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bakal Suburkan Rokok Ilegal
Menurut dia tingwe adalah bukti bahwa merokok adalah budaya. Tidak bisa serta merta pemerintah menghentikan aktivitas merokok, sekalipun harga rokok dinaikkan. Artinya pemerintah menaikkan cukai dengan tujuan menghentikan aktivitas merokok dan pengendalian tembakau tidak terbukti korelasinya. Masyarakat justru melawan dengan beralih tingwe.
Lihat Juga :