Gubernur Bank Sentral Ukraina Minta Sanksi ke Rusia Ditambah, Ini Daftarnya
Jum'at, 11 Maret 2022 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
- Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turki dan Vietnam juga diminta agar memblokir sistem pembayaran Rusia, Mir.
- Operator transfer uang internasional Western Union menghentikan pengiriman uang tunai ke bank-bank Rusia dan Belarusia.
"Kami sudah melihat efek (sanksi) pada sistem keuangan agresor, tetapi kami masih menunggu lebih banyak yang harus dilakukan. Saya ingin menggarisbawahi bahwa setiap hari sanksi yang tertunda telah mengorbankan nyawa warga sipil dan anak-anak," kata Shevchenko.
"Ini adalah kehidupan orang Ukraina yang telah memilih jalan seperti Eropa dan sekarang kami membela tidak hanya negara sendiri, tetapi juga seluruh sistem nilai-nilai yang terletak pada inti peradaban Barat," ungkapnya.
Embargo Minyak
Keputusan AS melakukan embargo minyak dan gas bumi (migas) Rusia belum diikuti oleh seluruh Eropa. Alasannya banyak negara-negara Barat masih bergulat dengan sulitnya melepas Rusia untuk mengamankan pasokan energi mereka.
Sementara itu uang tunai yang diterima Moskow dari ekspor minyak dan gas menjadi jalur kehidupan yang vital. Pemerintah Eropa telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa pasokan migas Rusia, setidaknya untuk saat ini.
"Hari ini kita dapat melihat bahwa Rusia menggunakan kapasitas sumber daya energinya untuk memberi tekanan ekonomi kepada Eropa. Energi juga merupakan salah satu narasi yang sering dipakai media Rusia. Mereka menggunakannya untuk memberi informasi yang salah kepada publik Rusia tentang keengganan Barat mengambil langkah-langkah lebih keras, karena takut kehilangan akses ke minyak dan gas Rusia," ungkap Shevchenko.
- Operator transfer uang internasional Western Union menghentikan pengiriman uang tunai ke bank-bank Rusia dan Belarusia.
"Kami sudah melihat efek (sanksi) pada sistem keuangan agresor, tetapi kami masih menunggu lebih banyak yang harus dilakukan. Saya ingin menggarisbawahi bahwa setiap hari sanksi yang tertunda telah mengorbankan nyawa warga sipil dan anak-anak," kata Shevchenko.
"Ini adalah kehidupan orang Ukraina yang telah memilih jalan seperti Eropa dan sekarang kami membela tidak hanya negara sendiri, tetapi juga seluruh sistem nilai-nilai yang terletak pada inti peradaban Barat," ungkapnya.
Embargo Minyak
Keputusan AS melakukan embargo minyak dan gas bumi (migas) Rusia belum diikuti oleh seluruh Eropa. Alasannya banyak negara-negara Barat masih bergulat dengan sulitnya melepas Rusia untuk mengamankan pasokan energi mereka.
Sementara itu uang tunai yang diterima Moskow dari ekspor minyak dan gas menjadi jalur kehidupan yang vital. Pemerintah Eropa telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa pasokan migas Rusia, setidaknya untuk saat ini.
"Hari ini kita dapat melihat bahwa Rusia menggunakan kapasitas sumber daya energinya untuk memberi tekanan ekonomi kepada Eropa. Energi juga merupakan salah satu narasi yang sering dipakai media Rusia. Mereka menggunakannya untuk memberi informasi yang salah kepada publik Rusia tentang keengganan Barat mengambil langkah-langkah lebih keras, karena takut kehilangan akses ke minyak dan gas Rusia," ungkap Shevchenko.
Lihat Juga :