370 Sanksi Baru Inggris ke Rusia, Miliarder hingga Mantan Presiden Jadi Target
Rabu, 16 Maret 2022 - 10:58 WIB
loading...
Salah satunya mantan presiden Rusia menjadi target dalam sanksi yang disiapkan Inggris sebagai respons terbaru atas Perang Ukraina. Foto/Dok Reuters
A
A
A
LONDON - Inggris telah mengumumkan 370 orang akan menjadi target dalam sanksi terbaru, mulai dari miliarder Rusia hingga petinggi yang berada dalam lingkaran kekuasaan Presiden Vladimir Putin. Salah satunya mantan presiden Rusia menjadi target dalam sanksi yang disiapkan Inggris sebagai respons terbaru atas Perang Ukraina .
Dmitry Medvedev dan juru bicara Presiden Vladimir Putin termasuk di antara mereka yang akan terkena pembekuan aset dan larangan perjalanan. Sebelumnya, Inggris telah memberikan tekanan kepada sektor perdagangan dengan Rusia, termasuk tarif tambahan sebesar 35% untuk vodka.
Baca Juga: Lawan Sanksi Barat, Putin Mempersulit Perusahaan Asing Mengambil Alih Pesawat
Langkah ini dilakukan setelah disahkannya undang-undang baru untuk mempercepat dan membuat sanksi Inggris semakin keras kepada Rusia. Pemerintah mempercepat Undang-undang Kejahatan Ekonomi melalui Parlemen setelah muncul kritikan bahwa Inggris terlalu lambat untuk menargetkan orang Rusia yang memiliki hubungan dengan Presiden Putin.
Undang-undang baru tersebut memungkinkan Inggris untuk memberi sanksi kepada mereka yang asetnya dibekukan oleh Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS) atau Kanada dan mengambil tindakan untuk menghentikan orang-orang kaya Rusia menggunakan London sebagai tempat pencucian uang.
Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen yang mengawasi intelijen Inggris mengatakan, pihaknya berharap undang-undang baru itu "setidaknya langkah pertama" dalam membantu pihak berwenang memastikan Inggris "bukan lagi tempat yang aman bagi oligarki Rusia dan pendukung mereka (Putin)".
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Dmitry Medvedev dan juru bicara Presiden Vladimir Putin termasuk di antara mereka yang akan terkena pembekuan aset dan larangan perjalanan. Sebelumnya, Inggris telah memberikan tekanan kepada sektor perdagangan dengan Rusia, termasuk tarif tambahan sebesar 35% untuk vodka.
Baca Juga: Lawan Sanksi Barat, Putin Mempersulit Perusahaan Asing Mengambil Alih Pesawat
Langkah ini dilakukan setelah disahkannya undang-undang baru untuk mempercepat dan membuat sanksi Inggris semakin keras kepada Rusia. Pemerintah mempercepat Undang-undang Kejahatan Ekonomi melalui Parlemen setelah muncul kritikan bahwa Inggris terlalu lambat untuk menargetkan orang Rusia yang memiliki hubungan dengan Presiden Putin.
Undang-undang baru tersebut memungkinkan Inggris untuk memberi sanksi kepada mereka yang asetnya dibekukan oleh Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS) atau Kanada dan mengambil tindakan untuk menghentikan orang-orang kaya Rusia menggunakan London sebagai tempat pencucian uang.
Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen yang mengawasi intelijen Inggris mengatakan, pihaknya berharap undang-undang baru itu "setidaknya langkah pertama" dalam membantu pihak berwenang memastikan Inggris "bukan lagi tempat yang aman bagi oligarki Rusia dan pendukung mereka (Putin)".
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Lihat Juga :