China Perluas Lockdown, Perusahaan Multinasional Kena Imbasnya
Kamis, 17 Maret 2022 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Kasus Covid di China relatif lebih sedikit karena kebijakan ketat yang diberlakukan, dimana mereka melakukan lockdown dengan cepat, test massal serta pembatasan perjalanan setiap kali klaster muncul. Namun penularan yang cepat dari varian Omicron telah membuat pendekatan itu semakin menantang.
Sejak awal tahun, China telah melaporkan lebih banyak kasus Covid yang ditularkan di dalam negeri daripada sepanjang 2021. Pakar penyakit menular top China, Zhang Wenhong menyebut, wabah baru-baru ini "periode paling sulit dalam dua tahun terakhir memerangi Covid".
Ditambah menurutnya mereka masih dalam "tahap awal peningkatan eksponensial", dalam sebuah posting online yang beredar luas di media sosial.
Tetapi dia menambahkan bahwa meskipun perlu bagi China untuk mempertahankan strategi nol Covid untuk mengendalikan wabah untuk saat ini, "ini tidak berarti kita akan terus menerapkan strategi lockdown dan pengujian massal selamanya".
Sejak awal tahun, China telah melaporkan lebih banyak kasus Covid yang ditularkan di dalam negeri daripada sepanjang 2021. Pakar penyakit menular top China, Zhang Wenhong menyebut, wabah baru-baru ini "periode paling sulit dalam dua tahun terakhir memerangi Covid".
Ditambah menurutnya mereka masih dalam "tahap awal peningkatan eksponensial", dalam sebuah posting online yang beredar luas di media sosial.
Tetapi dia menambahkan bahwa meskipun perlu bagi China untuk mempertahankan strategi nol Covid untuk mengendalikan wabah untuk saat ini, "ini tidak berarti kita akan terus menerapkan strategi lockdown dan pengujian massal selamanya".
(akr)
Lihat Juga :