Wall Street Menguat Usai Joe Biden Telepon Xi Jinping Soal Ukraina

Sabtu, 19 Maret 2022 - 08:00 WIB
loading...
Wall Street Menguat...
Tiga indeks utama Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (18/3/2022) waktu setempat, dengan dorongan terbesar dari saham teknologi. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Tiga indeks utama Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (18/3/2022) waktu setempat, dengan dorongan terbesar dari saham teknologi. Penguatan indeks juga terlihat setelah Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping melakukan pembicaraan via telpon membahas mengenai krisis Ukraina berakhir tanpa kejutan besar.

Baca Juga: Wall Street Kebakaran Lagi, Imbas Inflasi Tak Terkendali

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 274,17 poin, atau 0,8%, menjadi 34.754,93, S&P 500 naik 51,45 poin, atau 1,17%, menjadi 4.463,12 dan Nasdaq Composite bertambah 279,06 poin, atau 2,05%, menjadi 13.893,84.

Tiga indeks utama Wall Street membual persentase kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2020 dengan S&P naik 6,2% sementara Dow naik 5,5% dan Nasdaq melonjak 8,2%. Investor juga merasa lega dengan melambatnya kenaikan harga minyak karena mereka terus mencerna kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Rabu dan rencana agresifnya untuk kenaikan lebih lanjut yang bertujuan memerangi inflasi yang melonjak.

Presiden AS Joe Biden memperingatkan pemimpin China Xi Jinping selama panggilan telepon bahwa akan ada "konsekuensi" jika Beijing memberikan dukungan material untuk invasi Rusia ke Ukraina, kata Gedung Putih. Kedua belah pihak menekankan perlunya solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Sementara Xi meminta negara-negara NATO untuk mengadakan dialog dengan Moskow, dia tidak menyalahkan Rusia atas invasi tersebut. "Pembacaan dari pertemuan itu seperti yang diharapkan," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di National Securities di New York mengenai pembicaraan Xi dan Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
AS Sanksi Terminal Minyak...
AS Sanksi Terminal Minyak China Jelang KTT Trump-Xi Jinping, Beijing Kecam Intimidasi Washington
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Rekomendasi
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Berita Terkini
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Infografis
Identitas Kamala Harris,...
Identitas Kamala Harris, Calon Presiden AS Pengganti Joe Biden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved