Berkat BTS dan Adele, Pendapatan Industri Musik Merdu Lagi Sejak 1990: Tembus Rp367 Triliun

Kamis, 24 Maret 2022 - 19:15 WIB
loading...
Berkat BTS dan Adele,...
BTS mencatatkan penjualan tertinggi tahun lalu. Foto/BBC
A A A
JAKARTA - Industri musik patut berterima kasih kepada jajaran penyanyi, mulai dari BTS hingga Adele. Berkat mereka, pendapatan industri musik global pada 2021 melonjak 18,5% menjadi USD25,9 miliar atau setara Rp367,7 triliun (kurs Rp14.200).

Baca juga: J-Hope BTS Positif Covid-19, Member Lain Dinyatakan Tak Ikut Terpapar

Pendapatan itu menjadi yang tertinggi dalam tiga dekade terakhir, atau sejak 1990. Pertumbuhan pendapatan itu didorong oleh bisnis streaming, dengan 523 juta pelanggan berbayar atau naik dari 443 juta pada tahun 2020.

Streaming sekarang menyumbang 65% dari total pendapatan, dengan CD, vinil, dan kaset mencapai 19% dan unduhan 4%. Sisanya 11% berasal dari campuran pembayaran royalti dan lisensi musik untuk film, acara TV, dan iklan.

Menurut International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) angka-angka itu menunjukkan bahwa industri musik telah menikmati pertumbuhan selama tujuh tahun berturut-turut.

"Ini sangat menggembirakan. Kami hidup melalui periode yang mengerikan setelah tahun 1999 saat industri menurun sebesar 40%," kata Frances Moore, Kepala Eksekutif IFPI, kepada BBC, dikutip Kamis (24/3/2022).

Menurut Frances, pelaku industri musik sebelumnya tak pernah membayangkan akan berada dalam situasi seperti ini. Pihaknya mengungkap 60 atau 70 negara dan setiap negara sedang dalam pertumbuhan.



Meskipun streaming adalah motor utama pemulihan industri musik, namun pendapatan juga naik di setiap format layanan, kecuali unduhan digital. Penjualan CD meningkat untuk pertama kalinya dalam milenium ini, dan pendapatan vinyl, piringan hitam, naik 51%.

Pendapatan total dari streaming, termasuk langganan berbayar dan layanan yang didukung iklan, tumbuh dan sekarang mencapai USD16,9 miliar atau hampir Rp240 triliun. Angka-angka tersebut merupakan kabar baik bagi label rekaman.

Meski pendapatan industri musik global naik, sayangnya tak semua pihak bisa menikmati merdunya cuan. Pasalnya, keuntungan itu tak dibagi rata.

"Sangat bagus untuk melihat pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar musik global, tetapi ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua orang merasakan manfaatnya," kata Paul Pacifico dari Association of Independent Music.

Baca juga: Gendong Mesin Africa Twin, Honda Hawk 11 Siap Tebas Suzuki Katana

Tanpa dukungan yang jelas untuk musisi yang sedang naik daun, menurut Paul, akan tetap sangat sulit untuk menyatukan angka-angka positif di pasar secara keseluruhan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sorak Sorai Fest 2025,...
Sorak Sorai Fest 2025, Perayaan Musik Akhir Tahun Meriah Bersama MNC Life
Tak Punya Tambang dan...
Tak Punya Tambang dan Sawit, Daerah Didorong Andalkan Industri Kreatif
JNE Resmi Jadi Official...
JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner Konser Snada Indonesia, Dukung Industri Musik dan Budaya
La PALAPA Dorong Ekonomi...
La PALAPA Dorong Ekonomi Kreatif di FUNTAZTIC.LY by BRI 2025
Danareksa Komitmen Dorong...
Danareksa Komitmen Dorong Keberlanjutan Ekosistem Musik Indonesia
Yamaha Music Tutup Pabrik,...
Yamaha Music Tutup Pabrik, 1.100 Pekerja Kena PHK
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved