Pasokan Minyak Rusia Tak Tertandingi, Menteri Energi UEA Mengakuinya

Selasa, 29 Maret 2022 - 09:34 WIB
loading...
Pasokan Minyak Rusia...
Menteri energi dan infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) bersikeras bahwa Rusia akan selalu menjadi bagian dari OPEC +. Menurutnya belum ada yang bisa menggantikan pasokan minyak Rusia. Foto/Dok
A A A
DUBAI - Menteri energi dan infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) bersikeras bahwa Rusia akan selalu menjadi bagian dari OPEC +. Bahkan ketika pemerintah di seluruh dunia menghindari ekspor minyak mentah asal Negeri Beruang Merah sebagai respons mengecam perang Ukraina .

Seperti dikutip dari CNBC , Suhail Al Mazrouei yang juga merupakan mantan presiden aliansi minyak mengatakan, tidak ada negara lain yang bisa menandingi output energi Rusia. Ia juga menambahkan, pendapat politik tidak boleh mengalihkan perhatian dari upaya kelompok untuk mengelola pasar energi.

"Selalu, Rusia akan menjadi bagian dari kelompok itu dan kita perlu menghormati mereka," katanya kepada Hadley Gamble di Forum Energi Global tahunan keenam Dewan Atlantik di Dubai.

Baca Juga: Gazprom Rusia Menolak Pembelian Gas dengan Dolar AS, India Diminta Beralih ke Euro

"OPEC +, ketika mereka berbicara dengan kami, mereka perlu berbicara sama semuanya termasuk Rusia," katanya, merujuk pada negosiasi kelompok itu dengan importir energi.

Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang telah meminta negara-negara penghasil minyak untuk berbuat lebih banyak untuk mengatasi lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah menyentuh level tertinggi di tengah perang Rusia Ukraina. Dimana kekurangan pasokan saat ini masih terjadi.

Tapi, Al Mazrouei mengatakan, minyak Rusia akan memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pengendalian harga. Komentar ini muncul ketika sekutu Barat menyatakan keprihatinan bahwa impor energi Rusia secara tidak langsung menambah peti perang Presiden Vladimir Putin dengan pendapatan minyak dan gas.

"Siapa yang bisa menggantikan Rusia hari ini? Saya tidak bisa memikirkan negara yang bisa dalam setahun, dua, tiga, empat atau bahkan 10 tahun menggantikan 10 juta barel. Itu tidak realistis," katanya.

Baca Juga: Stop Ketergantungan Minyak dan Gas Rusia, Kanada Sesumbar Siap Bantu Negara Lain

OPEC +, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksi minyak dan menurunkan harga minyak mentah, yang telah melonjak menjadi lebih dari USD100 per barel.

"Kami setuju dengan target mereka atau tujuan mereka untuk mencoba menenangkan pasar dan menyeimbangkan pasar," kata Al Mazrouei.

"Tapi kamu tidak bisa melakukannya dengan cara ini. Anda tidak melakukannya dengan cara menjatuhkan sanksi pada hidrokarbon yang tidak dapat Anda ganti – kecuali jika Anda ingin harganya naik tinggi," tegas Al Mazrouei.

"Mereka melakukan sesuatu tetapi mengharapkan reaksi yang berlawanan, dan itu tidak akan terjadi," paparnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Rekomendasi
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved